Berita

Taiwan/Net

Dunia

Beijing Peringatkan Perusahaan Taiwan, Pilih Beroperasi di China atau Dukung Pro-Kemerdekaan

SELASA, 23 NOVEMBER 2021 | 14:16 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

China memperingatkan perusahaan-perusahaan Taiwan untuk memilih sisi antara mendukung pro-kemerdekaan atau tetap beroperasi di China.

Peringatan itu muncul setelah China menghukum perusahaan besar Taiwan di bidang hotel hingga petrokimia, Far Eastern Group, pada Senin (22/11). Perusahaan dihukum atas serangkaian masalah, mulai dari pajak hingga keselamatan kebakaran, dan penyelidikan terus berlanjut.

Dalam sebuah pernyataan, Kantor Urusan Taiwan-China menjawab pertanyaan tentang apakah langkah itu terkait dengan penargetan pemerintah terhadap pasukan kemerdekaan pro-Taiwan.


Kantor sendiri tidak menghubungkan secara langsung kaitan tersebut. Namun dalam kalimat terpisah, kantor menegaskan, mereka yang mendukung kemerdekaan Taiwan mengancam perdamaian dan stabilitas, serta merugikan kepentingan rakyat China.

"Mereka dan perusahaan serta pemodal mereka yang terkait harus dihukum sesuai dengan hukum," ujar kantor tersebut, seperti dikutip Reuters.

Kantor itu melanjutkan, Beijing menyambut perusahaan Taiwan, tetapi tidak mengizinkan mereka yang mendukung kemerdekaan Taiwan untuk mendapatkan uang di China.

"Mayoritas pengusaha dan perusahaan Taiwan harus membedakan yang benar dari yang salah, berdiri teguh, menarik garis yang jelas dengan pasukan separatis kemerdekaan Taiwan, dan mengambil tindakan praktis untuk menjaga perkembangan damai hubungan lintas-selat," tambah kantor tersebut.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya