Berita

Warga Afghanistan mengantre untuk mendapatkan uang di Aziz Bank di Kabul Afghanistan/Net

Dunia

Warga Berbondong-bondong Tarik Duit, Sistem Keuangan Afghanistan Terancam Kolaps

SENIN, 22 NOVEMBER 2021 | 12:59 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Sistem keuangan Afghanistan dapat runtuh dalam beberapa bulan. Itu diperparah dengan banyaknya orang yang tidak dapat membayar kembali pinjaman, deposito yang lebih rendah, dan krisis likuiditas tunai untuk bank-bank.

Dalam laporan setebal tiga halaman yang dirilis oleh Program Pembangunan Perserikatan Bangsa Bangsa (UNDP) pada Senin (22/11) disebutkan runtuhnya sistem perbankan akan memiliki dampak sosial negatif yang sangat besar.

"Sistem pembayaran keuangan dan bank Afghanistan sedang kacau. Masalah bank run (penarikan dana besar-besaran) harus diselesaikan dengan cepat untuk meningkatkan kapasitas produksi Afghanistan yang terbatas dan mencegah sistem perbankan runtuh," tulis UNDP, seperti dikutip Reuters.


Penarikan dana besar-besaran dilakukan seiringan dengan dibekukannya bantuan kemanusiaan asing setelah Taliban merebut kekuasaan pada 15 Agustus lalu.

"Kami perlu menemukan cara untuk memastikan bahwa jika kami mendukung sektor perbankan, kami tidak mendukung Taliban," kepala UNDP di Afghanistan, Abdallah al Dardari.

Pemerintahan Taliban di Afghanistan mengklaim telah mengumpulkan pendapatan lebih dari 270 juta dolar AS atau setara dengan Rp 3,8 triliun sejak mereka mengambil alih kekuasaan.

Dalam sebuah konferensi pers di Kabul pada Sabtu (20/11), jurubicara Kementerian Keuangan Ahmad Wali Haqmal mengatakan pendapatan itu diambil dari bea cukai dan pajak lainnya sebagai sumber utama.

Taliban mengatakan dana yang dikumpulkan digunakan untuk membayar gaji semua pegawai negeri sipil yang belum dibayarkan selama tiga bulan terakhir.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

Besok Pantura Jateng Diprediksi Banjir Rob Lebih Lama

Minggu, 14 Juni 2026 | 22:22

Turun Ke Kupang, Komut Pertamina Pastikan Pasokan Energi di Perbatasan Aman

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:47

Prabowo Terima Laporan Rosan soal Lonjakan Kepercayaan Investor Global

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:40

Masyarakat Harus Jaga Persatuan di Tengah Tekanan Ekonomi Global

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:26

Prabowo Kumpulkan Sejumlah Menteri di Kertanegara, Bahas Apa?

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:21

Ketum PKB: Politik Bukan Cuma Rebutan Kekuasaan!

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:19

Wakapolri dan Akpol '90 Bakti Sosial dan Kesehatan Gratis

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:49

Tuan Guru Batak Kecam Eks Ketua BEM UGM yang Diduga Hina Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:32

PKB Jabar Fest Siapkan Kader Muda jadi Pemimpin Masa Depan

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:31

KPK Buka Fakta Viral Foto Tumpukan Uang Valas Silmy Karim

Minggu, 14 Juni 2026 | 19:53

Selengkapnya