Berita

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto ketika menghadiri IISS Manama Dialogue di Bahrain pada Sabtu, 20 November 2021/Net

Dunia

Di Forum IISS, Menhan Prabowo: Radikalisme dan Ekstremisme Hanya Akan Tumbuh Subur Jika Ada Kemiskinan dan Ketidakadilan

SENIN, 22 NOVEMBER 2021 | 09:48 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Kemiskinan, ketidakadilan, ketidaksetaraan, hingga pemerintahan yang kotor merupakan lahan yang subur bagi tumbuhnya radikalisme dan ekstremisme di mana pun.

Untuk itu penting untuk memberikan kesejahteraan dan perdamaian bagi masyarakat.

Begitu kiranya yang ditegaskan oleh Menteri Pertahanan Prabowo Subianto ketika menjawab sebuah pertanyaan dalam Forum Dialog The 17th International Institute for Strategic Studies (ISS) Manama Dialogue 2021 di Bahrain pada Sabtu (20/11) waktu setempat.


"Ekstremisme, radikalisme, dan sejenisnya akan berkembang pesat ketika ada kemiskinan, ketidaksetaraan, ketidakadilan, ketika masyarakat pada umumnya kehilangan harapan," kata Prabowo.

Prabowo mengatakan, ketika masyarakat miskin mendapatkan perlakuan tidak adil di depan hukum, ketika mereka diabaikan oleh penguasa, maka radikalisme dan ekstremisme akan dengan mudah berkembang.

Tapi sebaliknya, jika ada keadilan, demokrasi yang nyata, pemimpin yang bertanggung jawab, keadilan di depan hukum, maka ekstremisme, radikalisme, dan propaganda menjadi tidak relevan.

"Jadi tantangannya adalah bagaimana kita memberikan hal-hal ini? Keadilan sosial, keadilan ekonomi, pemerintahan yang bersih, supremasi hukum, keadilan hukum," tambahnya.

Di samping itu, Prabowo juga menyoroti revolusi digital yang dapat mempengaruhi percepatan perkembangan ekstremisme dan radikalisme.

"Ketika masyarakat miskin, melalui revolusi digital, mereka melihat di televisi, ada bangunan yang bagus, kehidupan yang baik, udara yang bersih, tapi (di sisi lain) mereka tidak punya akses. Itu yang saya pikir merupakan lahan subur bagi radikalisme," pungkasnya.

IISS merupakan forum bagi para menteri, pakar, dan tokoh sebagai wadah untuk mendiskusikan keamanan di Timur Tengah. Forum ini digelar sejak 2004.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Selain Anak Buah Nusron, KPK Benarkan Tangkap Fahd A Rafiq

Selasa, 15 September 2026 | 00:25

Laut Bukan Tempat untuk Mati

Selasa, 15 September 2026 | 00:01

APKARINDO Perjuangkan Ksejahteraan Petani hingga Kejayaan Karet Rakyat

Senin, 14 September 2026 | 23:42

Anak Buah Nusron Kena OTT KPK Terkait Pengurusan HGB Summarecon

Senin, 14 September 2026 | 23:22

DPR Soroti Usia Kapal dan Kepatuhan Aturan Impor dalam Tragedi Virgo Transport 8

Senin, 14 September 2026 | 23:02

Pemerintah Bahu Membahu Cegah Karhutla Masuk Zona Inti IKN

Senin, 14 September 2026 | 23:01

Pemilik Laundry Sukses Kembangkan Usaha dari Mekaar jadi BRILink Agen

Senin, 14 September 2026 | 22:38

OTT KPK Makin Mengerucut, Fahd A Rafiq hingga Bos Summarecon Dikabarkan Terjaring

Senin, 14 September 2026 | 22:37

Ketua KPK Benarkan OTT Pejabat ATR/BPN, Daftar Nama Belum Diungkap

Senin, 14 September 2026 | 21:59

Janggal, Purbaya Dipecat Setelah Mencopot Ratusan Pejabat Kemenkeu

Senin, 14 September 2026 | 21:57

Selengkapnya