Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Jenderal AS Akui Program Hipersonik China dan Rusia Jauh Lebih Canggih

MINGGU, 21 NOVEMBER 2021 | 15:03 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Seorang Jenderal Angkatan Luar Angkasa Amerika Serikat (AS) bernama David Thompson mengakui bahwa Washington tidak secanggih Rusia ataupun China.

Dalam sebuah wawancara di Forum Keamanan Internasional Halifax di Kanada pada Sabtu (20/11), Thompson mengatakan AS tertinggal oleh Rusia dan China dalam hal memproduksi persenjataan terbaru dan termutakhir.

"Kami harus mengejar ketertinggalan dengan sangat cepat. China memiliki program hipersonik yang luar biasa. Ini adalah perkembangan yang sangat memprihatinkan. Itu sangat memperumit masalah peringatan startegis," ujar Thompson, seperti dikutip Sputnik.


Thompson juga membandingkan penggunaan rudal hipersonik dengan pertarungan bola salju, dengan mengatakan mereka "mengubah permainan" untuk pertahanan dan keamanan nasional.

"Ketika bola salju dilempar, Anda biasanya dapat memprediksi di mana ia akan mendarat. Namun, jika proyektil dilemparkan ke arah yang berbeda, lebih sulit untuk dideteksi, tetapi tetap akan mengenai Anda," terangnya.

Ketika berbicara tentang posisi China dalam hal kemampuan teknologi dibandingkan dengan AS, sang jenderal mencatat bahwa kecepatan China telah menyusul negara-negara paling maju. Bahkan China telah bergerak sangat cepat di luar angkasa.

"Dalam hal teknologi dan kemampuan mereka, saya berpendapat bahwa kami, baik AS maupun mitra dekat dan sekutu kami, masih yang terbaik di dunia dalam teknologi itu," tambahnya.

Tetapi menurut Thompson, jika China terus mengembangkan teknologi dengan kecepatan yang sama untuk waktu yang lama, Beijing kemungkinan akan melebihi Washington dalam hal teknologi.

Selain itu, menurut laporan bulan Oktober oleh Congressional Research Service (CRS), AS tertinggal di belakang China dan Rusia karena sebagian besar senjata hipersonik AS, berbeda dengan yang ada di Rusia dan China, tidak dirancang untuk digunakan dengan hulu ledak nuklir.

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Mantan Relawan: Jokowi Takut Ijazahnya Terungkap di Pengadilan

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:06

Eggi Sudjana Nyetir Mobil Mewah di Malaysia Bukan Hoaks

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:01

Madu Dari Sydney

Sabtu, 17 Januari 2026 | 23:32

Zakat Harus Jadi Bagian Solusi Kebangsaan

Sabtu, 17 Januari 2026 | 23:27

Sudirman Said Dilamar Masuk Partai Gema Bangsa

Sabtu, 17 Januari 2026 | 23:01

Trump Ancam Kenakan Tarif ke Negara yang Tak Sejalan soal Greenland

Sabtu, 17 Januari 2026 | 22:51

Dirut Indonesia Air Transport Klarifikasi Kru Pesawat Bawa Pegawai KKP Hilang Kontak di Maros Bukan Delapan

Sabtu, 17 Januari 2026 | 22:51

KKP Terus Monitor Pencarian Pesawat ATR 42-500 Usai Hilang Kontak

Sabtu, 17 Januari 2026 | 22:09

Ini Identitas dan Pangkat Tiga Pegawai KKP di Pesawat ATR yang Hilang Kontak di Maros

Sabtu, 17 Januari 2026 | 21:48

Klarifikasi Menteri Trenggono, Pesawat ATR Sewaan KKP yang Hilang Kontak di Maros Sedang Misi Pengawasan Udara

Sabtu, 17 Januari 2026 | 21:37

Selengkapnya