Berita

Kantor Majelis Ulama Indonesia/Net

Politik

Saran Anshor NU, MUI Bersih-bersih Internal dengan Gandeng BIN dan BNPT

MINGGU, 21 NOVEMBER 2021 | 13:46 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Majelis Ulama Indonesia (MUI) diminta untuk melakukan bersih-bersih internal setelah seorang pengurusnya ditangkap Detasemen Khusus 88 Antiteror karena diduga terlibat jaringan terorisme.

Ketua Gerakan Pemuda Anshor, Luqman Hakim menilai bersih-bersih tersebut perlu dilakukan agar MUI terhindar dari para penyusup gerakan radikal dan jihadis yang merusak citra MUI itu sendiri.

“Untuk memastikan agar siapapun yang sekarang duduk di kepengurusan MUI di seluruh bidang pusatnya itu betul-betul terhindar jauh dari kemungkinan dia terpapar paham radikal dan terorisme. Lebih baik MUI sendiri yang melakukan upaya bersih-bersih ke dalam,” kata Luqman dalam acara diskusi virtual Crosschek bertemakan “MUI Disusupi JI?”, Minggu (21/11).


Dalam rangka bersih-bersih itu, Luqman menyarankan agar MUI menggandeng Badan Intelijen Negara (BIN), Badan Nasional Penggulangan Teroris (BNPT), dan Detasemen Khusus 88 Antiteror untuk melakukan profiling baik untuk pengurus pusat maupun daerah.

Dia menambahkan dengan adanya profiling di internal MUI, maka ke depannya MUI akan lebih selektif lagi dalam merekrut orang-orang yang diduga pernah terlibat dalam kelompok jihadis.

"Saya paham MUI memiliki keterbatasan-keterbatasan untuk melakukan identifikasi melacak rekam jejak seseorang. Penting menggandeng BIN, BNPT, Densus 88 untuk bersih-bersih ke dalam sekarang,” tegasnya.

Secara khusus, politisi PKB ini meminta MUI untuk hati-hati mengisi pos bagian fatwa dan bagian keuangan.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Sekolah Rakyat dan Investasi Penghapusan Kemiskinan Ekstrim

Kamis, 15 Januari 2026 | 22:03

Agenda Danantara Berpotensi Bawa Indonesia Menuju Sentralisme

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:45

JMSI Siap Perkuat Peran Media Daerah Garap Potensi Ekonomi Biru

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:34

PP Himmah Temui Menhut: Para Mafia Hutan Harus Ditindak Tegas!

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:29

Rezim Perdagangan dan Industri Perlu Dirombak

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:15

GMPG Pertanyakan Penanganan Hukum Kasus Pesta Rakyat Garut

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:02

Roy Suryo Ogah Ikuti Langkah Eggi dan Damai Temui Jokowi

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:00

GMNI: Bencana adalah Hasil dari Pilihan Kebijakan

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:42

Pakar Hukum: Korupsi Merusak Demokrasi Hingga Hak Asasi Masyarakat

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:28

DPR Setujui Anggaran 2026 Komnas HAM Rp112 miliar

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:26

Selengkapnya