Berita

Presiden Rusia Vladimir Putin/Net

Dunia

AS Berencana Tak Akan Akui Jabatan Kepresidenan Putin Lagi, Rusia Bersuara

MINGGU, 21 NOVEMBER 2021 | 08:58 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Rusia buka suara perihal inisiatif anggota Kongres Amerika Serikat (AS) untuk tidak mengakui Vladimir Putin sebagai Presiden Rusia jika ia berpartisipasi dalam pilpres 2024.

Jurubicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova mengatakan tindakan tersebut merupakan campur tangan urusan dalam negeri negara berdaulat.

"Ini bukan hanya campur tangan dalam urusan negara berdaulat, tetapi ini adalah intervensi jatuh dalam urusan negara berdaulat," kata Zakharova, seperti dikutip Sputnik, Minggu (21/11).


Pada Kamis (18/11), dua anggota Kongres, Steve Cohen dan Joe Wilson, memperkenalkan resolusi untuk mengakhiri pengakuan terhadap Putin setelah masa jabatannya saat ini berakhir. Resolusi tersebut mengklaim penyimpangan telah membuat Putin tetap berkuasa dan kelanjutannya di kantor setelah Mei 2024 tidak sah.

"Apa yang kita lihat sekarang, menurut saya, umumnya terisolasi dari segalanya. Mereka benar-benar tidak berhubungan dengan kenyataan. Hanya saja setiap tahun semakin terlihat," tambah Zakharova.

Sebelumnya pada hari itu, Kedutaan Besar Rusia di Amerika Serikat telah menyarankan anggota parlemen Amerika untuk mengurus urusan dalam negeri mereka sendiri.

"Upaya beberapa anggota parlemen untuk mempromosikan diri dengan Russophobia fanatik pasti akan gagal. Alih-alih mencoba ikut campur dalam urusan internal Rusia, inilah saatnya bagi anggota parlemen untuk mengatasi situasi mereka di dalam negeri," tulis kedutaan di Twitter.

Pada musim panas 2020, hampir 78 persen peserta pemungutan suara seluruh Rusia mendukung amandemen konstitusi, yang memperkenalkan batas dua masa jabatan enam tahun untuk Presiden Federasi Rusia, tetapi mengatur ulang jumlah masa jabatan petahana yang telah menjabat menjadi nol.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Andre Rosiade Sambangi Bareskrim Polri Usai Nenek Penolak Tambang Ilegal Dipukuli

Senin, 12 Januari 2026 | 14:15

Cuaca Ekstrem Masih Akan Melanda Jakarta

Senin, 12 Januari 2026 | 14:10

Bitcoin Melambung, Tembus 92.000 Dolar AS

Senin, 12 Januari 2026 | 14:08

Sertifikat Tanah Gratis bagi Korban Bencana Bukti Kehadiran Negara

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

KPK Panggil 10 Saksi Kasus OTT Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

Prabowo Terharu dan Bangga Resmikan 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru

Senin, 12 Januari 2026 | 13:52

Kasus Kuota Haji, Komisi VIII Minta KPK Transparan dan Profesional

Senin, 12 Januari 2026 | 13:40

KPK Periksa Pengurus PWNU DKI Jakarta Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 13:12

Prabowo Tinjau Sekolah Rakyat Banjarbaru, Ada Fasilitas Smartboard hingga Laptop Persiswa

Senin, 12 Januari 2026 | 13:10

Air Naik hingga Sepinggang, Warga Aspol Pondok Karya Dievakuasi Polisi

Senin, 12 Januari 2026 | 13:04

Selengkapnya