Berita

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov/Net

Dunia

Telepon Turki, Rusia Peringatkan Agar Ankara Tak Dukung Ukraina

MINGGU, 21 NOVEMBER 2021 | 07:57 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Rusia tampaknya meminta Turki untuk menghentikan kerjasama militer dengan Ukraina di tengah ketegangan yang meningkat antara Moskow dan Kyiv.

Dari laporan Deutsche Welle Turkish, Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov memperingatkan Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu lewat pembicaraan telepon pada Jumat (19/11).

Lavrov mendesak Cavusoglu untuk menganggap serius kekhawatiran Moskow mengenai kerjasama militer dan teknis antara Turki dan Ukraina.


"Sejumlah masalah regional dibahas, dengan fokus pada situasi di Ukraina," kata Kementerian Luar Negeri Rusia.

Peringatan itu dikirimkan kepada Ankara, sehari setelah Ukraina menyetujui perjanjian kerangka kerjamiliter dengan Turki.

Ukraina menjadi salah satu negara pertama yang membeli drone bersenjata Bayraktar TB2 Turki pada 2019.

Reuters melaporkan, Ukraina menggunakan teknologi itu untuk pertama kalinya untuk menyerang posisi yang dikendalikan oleh separatis pro-Rusia di wilayah Donbas pada Oktober, menghancurkan unit artileri.

Moskow sangat menentang penjualan senjata Turki ke Ukraina, mengklaim bahwa mereka semakin membuat kawasan itu tidak stabil, sebuah tuduhan yang dibantah oleh Ankara.

Lavrov pada Mei memperingatkan Turki terhadap apa yang dia katakan sebagai upaya untuk memicu "sentimen militeristik" di Ukraina setelah Presiden Turki Recep Tayyip ErdoÄŸan menjanjikan dukungan kepada Kyiv di tengah penumpukan pasukan Rusia di sepanjang perbatasannya.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

UPDATE

PDIP Duga Ada Pengerahan Komcad Saat Pengamanan Demo Mahasiswa, Ini Penjelasannya

Senin, 15 Juni 2026 | 08:19

Bursa Asia Hijau Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 08:12

Harga Minyak Dunia Rontok Usai Trump Umumkan Kesepakatan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:54

Harga Logam Mulia Melonjak, Emas Mendekati Rekor Baru

Senin, 15 Juni 2026 | 07:42

AS dan Iran Bakal Teken Perjanjian Damai di Swiss Jumat Ini

Senin, 15 Juni 2026 | 07:26

Pemerintah Dorong Susu Hadir Setiap Hari dalam Program MBG

Senin, 15 Juni 2026 | 07:15

Trump Klaim Amankan Kesepakatan Damai Terbesar dengan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:00

Pengelolaan Blok Andaman Diusulkan Pakai Skema Hybrid

Senin, 15 Juni 2026 | 06:50

Dokter Tifa Dukung Prabowo Pimpin RI Tanpa Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 06:27

Suap di Bea Cukai Sangat Mengerikan, Bukti Negeri Ini Semakin Busuk oleh Koruptor

Senin, 15 Juni 2026 | 06:23

Selengkapnya