Berita

Aksi protes warga Austria menolak aturan pembatasan baru Covid-19/Net

Dunia

Tolak Lockdown, 35 Ribu Warga Austia Banjiri Bekas Istana di Ibukota

MINGGU, 21 NOVEMBER 2021 | 07:00 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Ibukota Austria, Wina dibanjiri oleh puluhan ribu orang yang marah dan menentang pembatasan baru Covid-19.

Sembari membunyikan klakson dan menabuh genderang, massa memadati Lapangan Pahlawan di depan bekas istana kekaisaran, Hofburg pada Sabtu sore (20/11) waktu setempat.

Banyak demonstran mengibarkan bendera Austria dan membawa spanduk dengan slogan-slogan seperti "tidak untuk vaksinasi", "cukup sudah" atau "jatuhkan kediktatoran fasis".


Dari laporan Reuters, kerumunan membengkak menjadi sekitar 35 ribu orang, berbaris di jalan lingkar dalam sebelum Wina sebelum kembali menunju Hofburg.

Seorang juru bicara polisi mengatakan ada kurang dari 10 penangkapan, karena pelanggaran pembatasan virus corona dan larangan simbol Nazi.

Sekitar 66 psesn populasi Austria divaksinasi penuh terhadap Covid-19, salah satu tingkat terendah di Eropa barat. Banyak orang Austria skeptis tentang vaksin, pandangan yang didorong oleh Partai Kebebasan sayap kanan, terbesar ketiga di parlemen.

Dengan infeksi harian yang masih mencatat rekor bahkan setelah penguncian diberlakukan pada yang tidak divaksinasi minggu ini, pemerintah mengumumkan memberlakukan kembali penguncian dan mewajibkan vaksinasi pada 1 Februari.

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Fuad Hasan Punya Peran Sentral Skandal Korupsi Kuota Haji

Kamis, 09 April 2026 | 16:31

UPDATE

Analis Ungkap 3 Faktor Penentu Reshuffle Kabinet di Era Prabowo Subianto.

Sabtu, 18 April 2026 | 09:43

Harga BBM Non Subsidi Naik, Perrtamax dan Dexlite Nyaris Rp24 Ribu per Liter

Sabtu, 18 April 2026 | 09:18

Menuju Kuartal II-2026: Sektor Furnitur Siap Ambil Alih Kendali Pertumbuhan

Sabtu, 18 April 2026 | 09:08

Harga Emas dan Perak Kompak Menguat di Penutupan Pekan

Sabtu, 18 April 2026 | 08:47

Trump Kembali Kecam NATO, Tegaskan AS Tak Butuh Bantuan di Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 08:30

Harga Minyak Anjlok setelah Hormuz Dibuka

Sabtu, 18 April 2026 | 08:17

Wall Street Hijau: Nasdaq Terbang Tinggi

Sabtu, 18 April 2026 | 08:03

Sempat Viral, Ini Fakta di Balik Visual Balita pada Kemasan AMDK

Sabtu, 18 April 2026 | 07:55

Bursa Eropa Menghijau Efek Pembukaan Kembali Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 07:41

Hormuz Dibuka tapi AS Tetap Menekan Iran

Sabtu, 18 April 2026 | 07:18

Selengkapnya