Berita

Postingan Twitter dari Rauters yang menuai kontroversi/Net

Dunia

Terbitkan Cuitan Rasis Tentang China, Reuters Minta Maaf

SABTU, 20 NOVEMBER 2021 | 15:01 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Reuters akhirnya mengaku salah dan menyampaikan permintaan maaf setelah melampirkan gambar tentara China ke posting Twitternya pada Kamis (18/11).

Pernyataan permintaan maaf itu dikirimkan seorang juru bicara media di bawah naungan Thomson Reuters itu ke media corong pemerintah China Global Times pada Jumat malam (19/11) waktu setempat.

“Sebuah tweet di akun kami sayangnya menyertakan foto tentara China di ruang oksigen yang tidak dijelaskan dengan benar. Segera setelah kami menyadari kesalahan kami, tweet itu dihapus dan dikoreksi, dan kami meminta maaf atas pelanggaran yang ditimbulkannya,” bunyi pernyataan itu, seperti dimuat Global Times, Sabtu (20/11).


Cuitan Reuters yang juga memancing kemarahan warganet China itu berisi laporan eksklusif yang mengklaim bahwa Zhang Guojie, seorang profesor Tiongkok di Universitas Kopenhagen, sengaja menyembunyikan hubungannya dengan militer Tiongkok ketika melakukan penelitian genetik pada otak monyet.

Dikatakan dalam laporan tersebut bahwa peneliti mengekspos monyet ke ketinggian ekstrim untuk mempelajari otak mereka dan mengembangkan obat baru untuk mencegah kerusakan otak. Tweet itu diposting di samping foto tentara China di ruang oksigen yang tidak ada hubungannya dengan konten tweet.

Warganet China yang marah langsung membombardir cuitan Reuters yang dianggap rasis tersebut.

“Reuters, saya pikir kepala editor Anda perlu diperbaiki,” kata salah seorang warganet. Yang lain bernama @rgdran membalas cuitan Reuters, dengan mengatakan, "jadi pemicu senang dengan tweet anti-China yang tak henti-hentinya, tidak heran Anda membiarkan hal ini keluar.”

Hingga berita ini dimuat, gambar tentara China di ruang oksigen masih dapat ditemukan dalam artikel di situs web Reuters.

Sementara profesor Zhang mengatakan bahwa dirinya tidak terlalu memperhatikan laporan tersebut, dan pihak universitas mengatakan bahwa laporan itu sebagian memilih jawaban dari staf universitas dan dibuat berdasarkan pemikiran subjektif reporter.

“Ini hanya penelitian dasar biasa, dan semua informasi tersedia untuk umum. Selain penelitian dan hasilnya, tidak ada yang perlu diperhatikan," kata Zhang.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Roy Suryo: Gibran Copy Paste Jokowi Bahkan Lebih Parah

Kamis, 30 April 2026 | 01:58

Kompolnas dan Agenda Reformasi Aparat Sipil Bersenjata

Kamis, 30 April 2026 | 01:45

Polemik Dugaan Suap Pendirian SPPG di Sulbar Dilaporkan ke Polisi

Kamis, 30 April 2026 | 01:18

HNW: Bila Anggota OKI Bersatu bisa Kendalikan Urat Nadi Perdagangan Dunia

Kamis, 30 April 2026 | 00:55

Menhan: Prajurit jadi Motor Pembangunan Selain Jaga Kedaulatan

Kamis, 30 April 2026 | 00:37

Satgas OJK Blokir 951 Pinjol Ilegal Ungkap Deretan Modus Penipuan Keuangan

Kamis, 30 April 2026 | 00:19

Investasi Bodong dan Bias Sistem Keuangan

Rabu, 29 April 2026 | 23:50

Pelaporan SPT 2025 Masih di Bawah Target Jelang Deadline

Rabu, 29 April 2026 | 23:36

Komunikasi Publik Menteri PPPA Absurd dan Tidak Selesaikan Persoalan!

Rabu, 29 April 2026 | 23:09

Pemanfaatan Listrik Harus Maksimal Dongkrak Kemandirian Desa

Rabu, 29 April 2026 | 22:43

Selengkapnya