Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Peretas Baby Elephant Asal India Serang Departemen Pertahanan China dan Pakistan

SABTU, 20 NOVEMBER 2021 | 11:08 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Lembaga pemerintah dan departemen pertahanan di China dan Pakistan jadi sasaran serangan siber dari tim peretas aktif yang anggotanya berbasis di Delhi. Antiy Labs, salah satu perusahaan keamanan siber terkenal di China menyatakan hal itu dalam laporan terbaru.

Laporan tersebut melakukan analisis komprehensif dari serangan siber yang diluncurkan oleh organisasi bernama You Xiang (baby elephant dalam bahasa Inggris) di Asia Selatan, yang mengungkapkan target, teknologi dan peralatannya, serta menjabarkan penyerang yang mengenakan 'pakaian tak terlihat' dan bersembunyi di balik layar.

Wakil kepala insinyur perusahaan, Li Bosong, mengatakan kepada media China Global Times pada Jumat (19/11) bahwa mereka pertama kali mendeteksi aktivitas 'baby elephant' itu pada 2017, ketika sejumlah serangan siber berskala besar yang ditargetkan pada departemen pemerintah, militer dan pertahanan negara-negara Asia Selatan ditemukan.


Berdasarkan analisa, ditemukan bahwa kelompok tersebut diduga berasal dari India, dan tidak sama dengan kelompok hacker asal India lainnya yang bernama 'white elephant'.

Organisasi tersebut memiliki seperangkat sumber daya dan alat serangan yang relatif independen.

"Itu mungkin tim penyerang yang baru dibentuk dengan kemampuan teknis yang belum matang. Itulah mengapa kami menamakan organisasi ancaman baru yang canggih ini 'baby elephant'," kata Li.

"Sejak 2017, jumlah serangan 'baby elephant' meningkat dua kali lipat setiap tahun, dan metode serangan serta sumber daya secara bertahap menjadi lebih kaya, dan target mulai mencakup lebih banyak wilayah di Asia Selatan," ujarnya.

"Pada tahun 2021, kelompok itu mulai menyerang lembaga-lembaga China untuk pencurian intelijen," kata Li lagi.

Serangan yang terdeteksi oleh Antiy Labs termasuk menyiapkan situs web phishing, menyerang ponsel dengan aplikasi Android berbahaya, dan Trojan yang ditulis dalam bahasa seperti Python untuk mencuri berbagai dokumen, kata sandi cache browser, dan informasi lingkungan sistem host lainnya dari komputer.

Li mengingatkan bahwa negara-negara korban yang diserang oleh 'baby elephant' biasanya lemah secara ekonomi, dalam kemampuan pemeliharaan digital dan keamanan siber.

Populer

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Kasus OTT Pemalang: Anggota Polri yang Bertugas di KPK Jadi Tersangka

Kamis, 30 Juli 2026 | 10:29

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Perbedaan Perlakuan Tersangka Jadi Ujian Kesetaraan Hukum

Minggu, 09 Agustus 2026 | 08:23

KDKMP Kembalikan Kendali Ekonomi ke Warga Desa

Minggu, 09 Agustus 2026 | 08:19

Jangan Terjebak Angka, Pertumbuhan Ekonomi Harus Berdampak ke Masyarakat

Minggu, 09 Agustus 2026 | 07:24

Gus Salam: Caketum PBNU Harus Bersaing Secara Sehat

Minggu, 09 Agustus 2026 | 07:21

Kuasa Hukum Yaqut Tegaskan Kebijakan Kuota Haji Harus Dinilai Utuh

Minggu, 09 Agustus 2026 | 07:14

Konsolidasi Rakyat untuk Pemerintahan Bersih

Minggu, 09 Agustus 2026 | 06:48

Petani Diminta Jangan Tertipu Konten Pupuk Viral di Medsos

Minggu, 09 Agustus 2026 | 06:23

Menteri Luar Negeri Layak Diganti karena Dicap Tidak Profesional

Minggu, 09 Agustus 2026 | 05:54

InfraNexia jadi Pilar Utama Bisnis Telkom untuk Wholesale Connectivity

Minggu, 09 Agustus 2026 | 05:27

BGN Libatkan Peran Guru Perkuat Pengawasan MBG

Minggu, 09 Agustus 2026 | 04:48

Selengkapnya