Berita

Komisaris Pasar Internal Uni Eropa (UE) Thierry Breton/Net

Dunia

UE: Tingkat Vaksinasi Covid di Bulgaria Amat Rendah, Bisa Timbulkan Risiko Besar

SABTU, 20 NOVEMBER 2021 | 10:15 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Bulgaria akan menghadapi risiko besar karena tingkat vaksinasi Covid-19 yang sangat rendah. Komisaris Pasar Internal Uni Eropa (UE) Thierry Breton mengatakan, resiko itu bukan hanya menimpa negara itu saja tetapi juga seluruh Uni Eropa.

"Ini adalah risiko besar, baik untuk Bulgaria maupun untuk masyarakat luas," Breton memperingatkan dalam persnya selama kunjungan ke Sofia.

Kunjungannya ke ibu kota Bulgaria itu dimaksudkan untuk mengkampanyekan pentingkan vaksin untuk daya tahan tubuh seluruh masyarakat di tengah pandemi Covid yang panjang ini. Juga melakukan pertemuan dengan Perdana Menteri sementara Stefan Yanev, untuk membahas penangan Covid.


Penanggung jawab strategi vaksin untuk UE ini mendesak para pemimpin di seluruh Eropa untuk bersikap tegas terkait aturan vaksin meskipun aturan tersebut tidak disukai.

Ia menegaskan, jika masyarakat tidak ikut berkontribusi terhadap aturan vaksin, maka kemungkinan Bulgaria akan memiliki varian baru, dan itu akan menjadi berita buruk bagi Bulgaria.

Program vaksinasi di Bulgaria berjalan lambat karena banyaknya berita palsu mengenai manfaat vaksin dan tingkat kepercayaan masyarakat yang begitu rendah.

Dengan hanya 26 persen dari 6,9 juta orang yang divaksinasi penuh, Bulgaria memiliki tingkat terendah di UE dibandingkan dengan rata-rata UE sebesar 68 persen, seperti dilaporkan AFP, Jumat (19/11).

Saat ini, rumah sakit di Bulgaria membeludak dan banyak pasien yang tidak mendapatkan ranjang rumah sakit.

Populer

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Kasus OTT Pemalang: Anggota Polri yang Bertugas di KPK Jadi Tersangka

Kamis, 30 Juli 2026 | 10:29

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Perbedaan Perlakuan Tersangka Jadi Ujian Kesetaraan Hukum

Minggu, 09 Agustus 2026 | 08:23

KDKMP Kembalikan Kendali Ekonomi ke Warga Desa

Minggu, 09 Agustus 2026 | 08:19

Jangan Terjebak Angka, Pertumbuhan Ekonomi Harus Berdampak ke Masyarakat

Minggu, 09 Agustus 2026 | 07:24

Gus Salam: Caketum PBNU Harus Bersaing Secara Sehat

Minggu, 09 Agustus 2026 | 07:21

Kuasa Hukum Yaqut Tegaskan Kebijakan Kuota Haji Harus Dinilai Utuh

Minggu, 09 Agustus 2026 | 07:14

Konsolidasi Rakyat untuk Pemerintahan Bersih

Minggu, 09 Agustus 2026 | 06:48

Petani Diminta Jangan Tertipu Konten Pupuk Viral di Medsos

Minggu, 09 Agustus 2026 | 06:23

Menteri Luar Negeri Layak Diganti karena Dicap Tidak Profesional

Minggu, 09 Agustus 2026 | 05:54

InfraNexia jadi Pilar Utama Bisnis Telkom untuk Wholesale Connectivity

Minggu, 09 Agustus 2026 | 05:27

BGN Libatkan Peran Guru Perkuat Pengawasan MBG

Minggu, 09 Agustus 2026 | 04:48

Selengkapnya