Berita

Kapal penangkap ikan milisi China ketika berada di Whitsun Reef, Laut China Selatan/Net

Dunia

CSIS: Ada Ratusan Kapal Milisi Maritim China yang Berseliweran di Laut China Selatan

JUMAT, 19 NOVEMBER 2021 | 20:45 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Diperkirakan ada sekitar 300 kapal milisi maritim China yang berseliweran di Kepulauan Spratly, Laut China Selatan, di tengah meningkatnya upaya Beijing untuk mengklaim wilayah tersebut.

Begitu laporan penelitian dari Centre for Strategic and International Studies (CSIS) di Amerika Serikat (AS) yang diterbitkan pada Kamis (18/11).

Kemunculan dan berkembang pesatnya milisi maritim China bersamaan dengan semakin tegasnya klaim Beijing atas Laut China Selatan. Milisi maritim sendiri terdiri dari kapal-kapal milisi yang dibuat khusus dan armada kapal penangkapan ikan komersial.


Milisi maritim China berasal dari bagian pertahanan pantai yang dilakukan selama tahun 1950-an.

Sejak China merebut Kepulauan Paracel dari Vietnam pada 1970-an, milisi maritim telah berkembang dalam ukuran dan cakupan yang lebih besar. Pemerintah China juga dilaporkan mendukung, bahkan memberikan subsidi untuk bahan bakar, konstruksi, dan perbaikan mereka.

“Selama tahun 2000-an, milisi mengalihkan fokusnya untuk mengawasi dan melecehkan aktivitas militer asing yang ditentang Beijing,” tulis laporan CSIS.

Direktur Program Asia Tenggara dan Inisiatif Transparansi Maritim Asia di CSIS sekaligus salah satu penulis laporan tersebut, Greg Poling mengatakan telah ada upaya yang jelas untuk memprofesionalkan milisi maritim sejak Presiden Xi Jinping berkuasa.

Poling mengatakan, kapal penangkap ikan milisi maritim profesional (MMFV) telah beroperasi di beberapa pelabuhan di Hainan, lepas pantai selatan China. Sedangkan armada tulang punggung Spratly (SBFV) adalah kapal penangkap ikan yang beroperasi di lima pelabuhan di Provinsi Guangdong.

"Beijing hanya dapat mengklaim bahwa ini adalah aktor komersial, tetapi penginderaan jauh dan bukti foto dapat digabungkan untuk membedakan kapal milisi dari non-milisi," jelasnya.

Sementara itu, Peneliti di Institut Pertahanan dan Studi Strstegis di Universitas Teknologi Nanyang, Collin Koh mengatakan, batas antara kegiatan komersial dan pertahanan oleh milisi militer China seringkali menjadi kabur karena banyak kapal masih terlibat dalam operasi penangkapan ikan skala besar, sementara di sisi lain juga bekerja sama untuk patroli militer.

"Personel milisi maritim China tidak hanya mengungguli tugas ini secara penuh waktu. Mereka seharusnya 'mampu memancing, dan mampu bertarung,' untuk meminjam apa yang telah disebutkan dalam literatur Tiongkok tentang hal ini," kata Koh kepada Al Jazeera.

"Ini berarti dalam rutinitas sehari-hari, milisi maritim China mungkin berada di luar sana, melakukan kegiatan penangkapan ikan seperti biasa, tetapi ini juga mengharuskan dia untuk melakukan misi patriotiknya pada saat yang sama," lanjutnya.

Dalam laporannya, CSIS mengatakan, mayoritas kapal milisi China tidak dapat dikaitkan langsung ke pemerintah China dengan bukti-bukti umum yang ada. Tetapi mereka dapat dengan mudah diidentifikasi melalui foto, video, data dari sistem identifikasi, dan informasi lainnya.

Selain itu, kapal milisi juga memiliki manuver tersendiri, yaitu "rafting-up" dengan mengikat beberapa kapal bersama-sama.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

Besok Pantura Jateng Diprediksi Banjir Rob Lebih Lama

Minggu, 14 Juni 2026 | 22:22

Turun Ke Kupang, Komut Pertamina Pastikan Pasokan Energi di Perbatasan Aman

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:47

Prabowo Terima Laporan Rosan soal Lonjakan Kepercayaan Investor Global

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:40

Masyarakat Harus Jaga Persatuan di Tengah Tekanan Ekonomi Global

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:26

Prabowo Kumpulkan Sejumlah Menteri di Kertanegara, Bahas Apa?

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:21

Ketum PKB: Politik Bukan Cuma Rebutan Kekuasaan!

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:19

Wakapolri dan Akpol '90 Bakti Sosial dan Kesehatan Gratis

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:49

Tuan Guru Batak Kecam Eks Ketua BEM UGM yang Diduga Hina Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:32

PKB Jabar Fest Siapkan Kader Muda jadi Pemimpin Masa Depan

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:31

KPK Buka Fakta Viral Foto Tumpukan Uang Valas Silmy Karim

Minggu, 14 Juni 2026 | 19:53

Selengkapnya