Berita

Dengan didampingi Puan Maharani, Megawati Soekarnoputri bertemu Prabowo Subianto di Istana Negara/Ist

Politik

Bertemu Megawati, Sinyal Prabowo Butuh Puan Maharani Tatap Kontestasi Pilpres 2024

JUMAT, 19 NOVEMBER 2021 | 18:54 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Pertemuan dengan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri di Istana Negara, mensinyalkan bahwa Ketua Umum Partai Gerindra Subianto membutuhkan Puan Maharani dalam menatap kontestasi Pilpres 2024.

Begitu analisa yang disampaikan Direktur Eksekutif Median Rico Marbun soal pertemuan Prabowo dan Megawati yang juga dihadiri Puan Maharani.

"Menurut saya, sekarang ini Prabowo lebih membutuhkan Puan, ketimbang sebaliknya," kata Rico Marbun kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (19/11).


Dikatakan Rico, posisi Prabowo saat ini memang dituntut lebih aktif dalam melakukan pendekatan dengan PDIP yang memang menyiapkan Puan sebagai calon presiden.

Bukan tanpa alasan, kata dia, hadirnya Jenderal Andika Perkasa yang baru saja dilantik menjadi Panglima TNI bisa menjadi salah satu pengubah peta permainan dalam menyusun koalisi ataupun pasangan calon presiden dan calon wakil presiden.

"Dalam diri Andika tergabung tiga unsur sekaligus yang bisa memperkuat legitimasi, yakni militer, Jawa dan Islam," terangnya.

Jika Prabowo pasif, lanjut Rico, PDIP bisa jadi justru memasangkan Puan Maharani dengan Andika Perkasa di 2024. Terlebih, PDIP memungkinkan berlaga tanpa koalisi di Pilpres nanti.

"Jadi Andika-Puan atau Puan-Andika itu bisa menjadi alternatif dari Prabowo-Puan," pungkasnya.

Diceritakan Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto, pada saat itu Prabowo datang menghampiri Megawati yang tengah berada di ruang VVIP di Komplek Istana Negara disela prosesi pelantikan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa.

"Saya lihat Pak Prabowo berjalan cepat menuju tempat Bu Mega. Lalu saya sampaikan ke Ibu, ada Pak Prabowo. Ibu Mega lalu menunggu, bersalam sapa dengan hangat, dan kemudian masuk ke ruangan VVIP bersama, dengan Mas Pramono Anung dan saya dampingi," kata Hasto kepada wartawan, Kamis (18/11).

Di tengah perbincangan, kata Hasto, Puan Maharani juga turut bergabung. Pembicaraan pun mulai membahas soal dinamika politik kebangsaan di Indonesia belakangan ini.

"Di situlah pembahasan berlangsung hangat. Tentu saja terkait politik kebangsaan, dan berbagai dinamika politik nasional," katanya tanpa menjelaskan detail apa yang dibahas di ruangan itu.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

JK Bukan Pelaku Penista Agama

Rabu, 22 April 2026 | 04:11

Gaya Koruptor Sorong Beda dengan Indonesia Barat

Rabu, 22 April 2026 | 03:37

GoSend Rilis Fitur Kode Terima Paket

Rabu, 22 April 2026 | 03:13

Disita Aset Rp2 Miliar dari Safe Deposit Box Pejabat Bea Cukai

Rabu, 22 April 2026 | 03:00

Rano Tekankan Integritas CPNS Menuju Jakarta Kota Global

Rabu, 22 April 2026 | 02:24

Pegawai BUMN Dituntut Tangkal Narasi Negatif terhadap Pemerintah

Rabu, 22 April 2026 | 02:09

Ibrahim Arief Merasa Jadi Kambing Hitam Kasus Chromebook

Rabu, 22 April 2026 | 02:00

Keluarga Nadiem Adukan Dugaan Kejanggalan Kasus Chromebook ke DPR

Rabu, 22 April 2026 | 01:22

Fahira Idris: Perempuan Jadi Tumpuan Indonesia Maju 2045

Rabu, 22 April 2026 | 01:07

Dony Oskaria: Swasembada Pangan Nyata Bukan Hoaks

Rabu, 22 April 2026 | 01:03

Selengkapnya