Berita

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto/Ist

Politik

Target Kemiskinan Ekstrem Nol Persen, Pengamat: Kuncinya Implementasi UU Cipta Kerja

JUMAT, 19 NOVEMBER 2021 | 17:16 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Target penurunan angka kemiskinan ekstrem hingga nol persen pada tahun 2024 bukan hal yang mustahil.

Pengamat kebijakan publik dari Universitas Trisakti, Trubus Rahadiansyah menyatakan, target Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto sangat berpotensi bisa diwujudkan meski di tengah pandemi Covid-19.

"Kalau kita tidak mengalami pandemi Covid-19, target itu bisa dicapai dengan mudah. Tapi dengan kondisi saat ini, kebijakan yang kesinambungan menjadi syarat pemerintah untuk mencapai target," kata Trubus kepada wartawan, Jumat (19/11).


Target tersebut bisa direalisasi dengan menerapkan beberapa skema, seperti kombinasi bansos dan program kartu sembako.

"Jadi bantuan BLT dan program bansos lainnya harus diperpanjang," lanjut Trubus.

Langkah lain yang tidak kalah penting adalah mengimplementasikan Undang Undang Cipta Kerja. Aturan ini bisa menjadi kombinasi solusi konkret untuk menghapus kemiskinan ekstrem.

"Aturan ini membangun sinergitas dan kesinambungan berbagai sektor, sehingga dapat meningkatkan investasi, lapangan kerja, peningkatan PDB nasional, dan penurunan kemiskinan. Ini bisa menjadi resep agar masyarakat naik kelas," paparnya.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto sebelumnya menyebut akan menyalurkan tambahan BLT Desa kepada 694 ribu keluarga penerima manfaat (KPM) sebesar Rp 300 ribu selama 3 bulan. Hal ini dilakukan untuk mendukung upaya pengentasan kemiskinan ekstrem.

Pemerintah juga akan memberikan tambahan untuk program kartu sembako dengan jumlah sasaran sekitar 1,4 juta KPM.

“Program kartu sembako yang di-top up juga Rp 300 ribu kali 3 bulan. Jumlahnya nanti menurut Ibu Mensos sekitar 1,4 juta (KPM), dan akan dilaksanakan di akhir atau di awal Desember,” tandas Airlangga Hartarto.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Lazismu Kupas Fikih Dam Haji: Daging Jangan Menumpuk di Satu Titik

Jumat, 15 Mei 2026 | 02:12

Telkom Gandeng ZTE Perkuat Pengembangan Infrastruktur Digital

Jumat, 15 Mei 2026 | 01:51

Menerima Dubes Swedia

Jumat, 15 Mei 2026 | 01:34

DPD Minta Pergub JKA Dikaji Ulang dan Kedepankan Musyawarah di Aceh

Jumat, 15 Mei 2026 | 01:17

Benarkah Negeri ini Dirusak Pak Amien?

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:42

Pendidikan Tinggi sebagai Arena Mobilitas Vertikal Simbolik

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:37

KNMP Diharapkan Mampu Wujudkan Hilirisasi Perikanan

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:22

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

Pembangunan SR Masuk Fase Darurat, Ditarget Rampung Juni 2026

Kamis, 14 Mei 2026 | 23:33

Harga Minyakita Masih Tinggi, Pengangkatan Wamenko Pangan Dinilai Percuma

Kamis, 14 Mei 2026 | 23:18

Selengkapnya