Berita

Denmark mengadopsi pesawat listrik untuk militer/Net

Dunia

Perdana di Dunia, Denmark Gunakan Pesawat Listrik untuk Militer

JUMAT, 19 NOVEMBER 2021 | 16:29 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Denmark menjadi negara pertama yang mengerahkan pesawat listrik untuk kepentingan militer.

Angkatan Bersenjata Denmark menyebut pihaknya telah menerima dua pesawat listrik dari pabrikan Pipistrel yang berbasis di Slovenia. Pesawat itu telah melakukan uji terbang dengan baik.

"Pesawat ini 100 persen bebas emisi, sangat senyap, dan murah untuk dioperasikan. Kita bisa melihat banyak perspektif dalam menggunakan pesawat listrik ketika teknologinya sudah matang," ujar Letnan Kolonel Casper Borge Nielsen, seperti dikutip Sputnik.


Militer mengatakan pesawat tersebut digerakkan baling-baling, dan dapat menampung dua orang di dalamnya, serta akan digunakan untuk pelatihan pilot.

Pengisian penuh membutuhkan waktu sekitar 45 menit, sedangkan penerbangan berlangsung antara setengah jam dan 50 menit.

Menurut Nielsen, militer menyewa dua pesawat bermesin tunggal untuk dua tahun ke depan. Ia menyebut langkah itu merupakan solusi yang baik karena teknologinya masih dalam tahap awal. Sementara biaya kesepakatan tersebut masih dirahasiakan.

“Kami mendapat kesempatan untuk masuk lebih dalam dan menggali potensi kapasitas tanpa risiko berakhir dengan peralatan yang sebenarnya tidak bisa kami gunakan," ujarnya.

Nielsen menjelaskan, pesawat listrik jauh lebih umum daripada mobil listrik, karena baterai untuk pesawat listrik biasanya terlalu berat.

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Fuad Hasan Punya Peran Sentral Skandal Korupsi Kuota Haji

Kamis, 09 April 2026 | 16:31

UPDATE

Analis Ungkap 3 Faktor Penentu Reshuffle Kabinet di Era Prabowo Subianto.

Sabtu, 18 April 2026 | 09:43

Harga BBM Non Subsidi Naik, Perrtamax dan Dexlite Nyaris Rp24 Ribu per Liter

Sabtu, 18 April 2026 | 09:18

Menuju Kuartal II-2026: Sektor Furnitur Siap Ambil Alih Kendali Pertumbuhan

Sabtu, 18 April 2026 | 09:08

Harga Emas dan Perak Kompak Menguat di Penutupan Pekan

Sabtu, 18 April 2026 | 08:47

Trump Kembali Kecam NATO, Tegaskan AS Tak Butuh Bantuan di Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 08:30

Harga Minyak Anjlok setelah Hormuz Dibuka

Sabtu, 18 April 2026 | 08:17

Wall Street Hijau: Nasdaq Terbang Tinggi

Sabtu, 18 April 2026 | 08:03

Sempat Viral, Ini Fakta di Balik Visual Balita pada Kemasan AMDK

Sabtu, 18 April 2026 | 07:55

Bursa Eropa Menghijau Efek Pembukaan Kembali Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 07:41

Hormuz Dibuka tapi AS Tetap Menekan Iran

Sabtu, 18 April 2026 | 07:18

Selengkapnya