Berita

Tanda peringatan Covid di Palexpo di Jenewa, Swiss/Net

Dunia

Swiss Catat Angka Tertinggi Kasus Covid-19, Tapi Tidak Memerlukan Aturan Baru untuk Penanganan Pandemi

JUMAT, 19 NOVEMBER 2021 | 14:35 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemerintah Swiss tidak akan memberlakukan aturan baru walaupun kasus Covid-19 mencapai angka tertinggi sepanjang 2021.

Kasus baru Swiss pada Kamis (18/11) melonjak di angka 605.339 dalam 24 jam terakhir, dengan angka kematian harian 6 orang.

Kementerian Kesehatan Swiss bersikeras bahwa pembatasan Covid-19 baru tidak diperlukan meskipun kasus baru setiap hari meningkat empat kali lipat dalam sebulan ke level tertinggi sepanjang tahun.


Ia menegaskan bahwa 'perjalanan pandemi' bergantung pada perilaku masyarakatnya, sementara pemerintah telah berupaya dengan sekuat tenaga memberikan yang terbaik.

Sejak Oktober, Swiss mengalami peningkatan kasus. Pihak berwenang khawatir kalau-kalau rumah sakit tidak mampu lagi menampung pasien terutama mejelang musim dingin. Pekan lalu, rawat inap Covid-19 meningkat seperempat, sementara kematian naik lebih dari 80 persen menjadi 53 kematian.

Kebanyakan, virus menyerang anak-anak muda.

Sekitar 65 persen populasi Swiss sekarang telah divaksinasi lengkap, sementara dua persen lainnya telah mendapatkan dosis pertama dari kursus dua tusukan.

Sebagai bagian dari sistem demokrasi langsungnya yang terkenal, Swiss akan memberikan suara pada 28 November tentang undang-undang Covid-19, termasuk sertifikat Covid untuk orang yang sepenuhnya divaksinasi, pulih, atau dinyatakan negatif.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Roy Suryo: Gibran Copy Paste Jokowi Bahkan Lebih Parah

Kamis, 30 April 2026 | 01:58

Kompolnas dan Agenda Reformasi Aparat Sipil Bersenjata

Kamis, 30 April 2026 | 01:45

Polemik Dugaan Suap Pendirian SPPG di Sulbar Dilaporkan ke Polisi

Kamis, 30 April 2026 | 01:18

HNW: Bila Anggota OKI Bersatu bisa Kendalikan Urat Nadi Perdagangan Dunia

Kamis, 30 April 2026 | 00:55

Menhan: Prajurit jadi Motor Pembangunan Selain Jaga Kedaulatan

Kamis, 30 April 2026 | 00:37

Satgas OJK Blokir 951 Pinjol Ilegal Ungkap Deretan Modus Penipuan Keuangan

Kamis, 30 April 2026 | 00:19

Investasi Bodong dan Bias Sistem Keuangan

Rabu, 29 April 2026 | 23:50

Pelaporan SPT 2025 Masih di Bawah Target Jelang Deadline

Rabu, 29 April 2026 | 23:36

Komunikasi Publik Menteri PPPA Absurd dan Tidak Selesaikan Persoalan!

Rabu, 29 April 2026 | 23:09

Pemanfaatan Listrik Harus Maksimal Dongkrak Kemandirian Desa

Rabu, 29 April 2026 | 22:43

Selengkapnya