Berita

Mantan Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton/Net

Dunia

Dunia Fokus pada China, Hillary Clinton: Jangan Lupakan Rusia yang Bisa Tumbuh jadi Ancaman Besar

JUMAT, 19 NOVEMBER 2021 | 13:19 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Meski China saat ini menjadi fokus utama, tapi kekuatan Barat tidak boleh melupakan Rusia yang bisa menjadi ancaman yang lebih besar dan lebih besar lagi.

Begitu peringatan yang disampaikan oleh mantan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Hillary Clinton, sekaligus mantan calon presiden dari Partai Demokrat.

Berbicara dalam Forum Ekonomi Baru Bloomberg di Singapura yang digelar secara virtual pada Jumat (19/11), Clinton membidik Presiden Rusia Vladimir Putin.


"Dia memiliki pasukan tentara bayaran yang sangat besar yang telah beroperasi di mana-mana dari Suriah ke Republik Afrika Tengah," ujar Clinton, seperti dikutip WAToday.

Clinton mengatakan, Putin memiliki banyak peretas yang terlibat dalam penyebaran disinformasi dan perang dunia maya, baik di dalam maupun di luar pemerintahan. Ia juga terlibat dalam banyak gerakan kekuatan asimetris.

"Dengan lingkungan oligarkinya, ia (Putin) telah memanfaatkan banyak aktor non-negara untuk mengejar tujuan pribadi maupun nasionalistik. Dan saya pikir itu akan menjadi ancaman yang semakin besar," ujarnya.

Clinton dinilai cukup mengkritisi Rusia dan Putin, khususnya setelah ia kalah dalam pilpres AS pada 2016 oleh Donald Trump. Kemenangan Trump sendiri dinilai sebagai bagian dari campur tangan Rusia dalam pemilihan.

Terkait dengan China, Clinton menyoroti upaya pemerintahan Presiden Joe Biden untuk mengembalikan tarif impor yang dikenakan oleh Trump.

"Tentu saja kita harus bekerja sama dalam berbagai masalah. Tetapi kami juga tidak dapat mengizinkan jenis pembangunan militer yang agresif, jenis upaya untuk mendominasi navigasi maritim, intimidasi negara-negara di kawasan Asia-Pasifik yang lebih luas," pungkasnya.

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Fuad Hasan Punya Peran Sentral Skandal Korupsi Kuota Haji

Kamis, 09 April 2026 | 16:31

UPDATE

Analis Ungkap 3 Faktor Penentu Reshuffle Kabinet di Era Prabowo Subianto.

Sabtu, 18 April 2026 | 09:43

Harga BBM Non Subsidi Naik, Perrtamax dan Dexlite Nyaris Rp24 Ribu per Liter

Sabtu, 18 April 2026 | 09:18

Menuju Kuartal II-2026: Sektor Furnitur Siap Ambil Alih Kendali Pertumbuhan

Sabtu, 18 April 2026 | 09:08

Harga Emas dan Perak Kompak Menguat di Penutupan Pekan

Sabtu, 18 April 2026 | 08:47

Trump Kembali Kecam NATO, Tegaskan AS Tak Butuh Bantuan di Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 08:30

Harga Minyak Anjlok setelah Hormuz Dibuka

Sabtu, 18 April 2026 | 08:17

Wall Street Hijau: Nasdaq Terbang Tinggi

Sabtu, 18 April 2026 | 08:03

Sempat Viral, Ini Fakta di Balik Visual Balita pada Kemasan AMDK

Sabtu, 18 April 2026 | 07:55

Bursa Eropa Menghijau Efek Pembukaan Kembali Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 07:41

Hormuz Dibuka tapi AS Tetap Menekan Iran

Sabtu, 18 April 2026 | 07:18

Selengkapnya