Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Polusi Udara Masih Tinggi, India akan Batasi Kendaraan Pribadi di Ibukota

JUMAT, 19 NOVEMBER 2021 | 11:04 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Polusi udara yang parah membuat otoritas di ibukota India, New Delhi, mempertimbangkan untuk membatasi kendaraan pribadi.

Menteri Lingkungan Hidup, Hutan, dan Pengembangan Satwa Liar Gopal Rai pada Kamis (18/11) mengatakan pihaknya menginisiasi sejumlah langkah, seperti menutup sekolah, melarang konstruksi dan pembakaran sampah, mengizinkan orang bekerja dari rumah, dan meluncurkan berbagai langkah pengendalian debu, seperti menyemprotkan air.

“Jika tingkat polusi udara tetap tinggi, kami akan melihat langkah-langkah baru seperti sistem ganjil genap (kendaraan),” kata Rai, seperti dikutip Reuters.


Di bawah sistem ganjil genap, kendaraan pribadi hanya dapat dikendarai pada hari yang berselang-seling, tergantung pada angka terakhir plat nomornya.

“Kami akan melihat apakah ada kebutuhan untuk penguncian total untuk mengatasi polusi. Tetapi langkah-langkah ini tidak akan berhasil jika kota-kota tetangga Delhi tidak membalas," tambahnya.

Lebih banyak anak dirawat di rumah sakit dengan masalah pernapasan akibat kabut asap yang sangat berbahaya di New Delhi. Pemerintah juga telah menutup lima pembangkit listrik dan memperpanjang penutupan sekolah untuk mencoba mengatasi krisis.

Mengutip sebuah studi baru oleh badan penelitian Pusat Sains dan Lingkungan, Rai mengatakan hanya 30 persen polutan di udara Delhi berasal dari kota itu sendiri, dengan sisanya berasal dari kawasan industri.

Rai mengatakan pemerintah federal harus mengadakan pertemuan untuk mempersiapkan "rencana aksi bersama" untuk menangani polusi udara.

“Setelah rencana aksi bersama siap, harus ada panel independen untuk memantau kemajuan di lapangan," pungkasnya.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

Besok Pantura Jateng Diprediksi Banjir Rob Lebih Lama

Minggu, 14 Juni 2026 | 22:22

Turun Ke Kupang, Komut Pertamina Pastikan Pasokan Energi di Perbatasan Aman

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:47

Prabowo Terima Laporan Rosan soal Lonjakan Kepercayaan Investor Global

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:40

Masyarakat Harus Jaga Persatuan di Tengah Tekanan Ekonomi Global

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:26

Prabowo Kumpulkan Sejumlah Menteri di Kertanegara, Bahas Apa?

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:21

Ketum PKB: Politik Bukan Cuma Rebutan Kekuasaan!

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:19

Wakapolri dan Akpol '90 Bakti Sosial dan Kesehatan Gratis

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:49

Tuan Guru Batak Kecam Eks Ketua BEM UGM yang Diduga Hina Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:32

PKB Jabar Fest Siapkan Kader Muda jadi Pemimpin Masa Depan

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:31

KPK Buka Fakta Viral Foto Tumpukan Uang Valas Silmy Karim

Minggu, 14 Juni 2026 | 19:53

Selengkapnya