Berita

Presiden Prancis Emmanuel Macron/Net

Dunia

Yakin Bisa Atasi Covid-19, Macron: Prancis Tak Perlu Lockdown Warga yang Tidak Divaksinasi

JUMAT, 19 NOVEMBER 2021 | 10:24 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Prancis tampaknya tidak akan mengikuti langkah negara-negara tetangganya di Eropa untuk memberlakukan pembatasan sosial khusus bagi warga yang enggan divaksinasi Covid-19.

Dalam sebuah wawanara dengan surat kabar La Voix du Nord, Presiden Emmanuel Macron pada Kamis (18/11), mengatakan Prancis tidak perlu memberlakukan pembatasan bagi warga yang tidak divaksinasi karena dinilai berhasil menekan penyebaran virus.

"Negara-negara yang memberlakukan lockdown bagi mereka yang tidak divaksinasi adalah mereka yang belum memberlakukan izin (kesehatan). Oleh karena itu, langkah ini tidak diperlukan di Prancis," kata Macron, seperti dikutip Reuters.


Di Prancis, bukti vaksinasi atau tes negatif Covid-19 diperlukan untuk pergi ke restoran, kafe dan bioskop dan naik kereta jarak jauh, di antara kegiatan lainnya.

Macron mengatakan dia masih menunggu panduan dari otoritas kesehatan tentang apakah dosis ketiga harus diperpanjang untuk semua yang memenuhi syarat untuk vaksin.

Suntikan booster saat ini tersedia untuk mereka yang berusia di atas 65 tahun dan lemah dan akan diperlukan untuk izin kesehatan yang valid untuk kelompok usia mulai Desember.

"Jika terbukti bahwa dosis ketiga efektif dan diperlukan untuk masyarakat luas, maka jelas kami akan memasukkannya ke dalam izin kesehatan," pungkasnya.


Eropa kembali menjadi pusat pandemi, mendorong beberapa negara termasuk Jerman dan Austria untuk menerapkan kembali pembatasan menjelang Natal.

Eropa menyumbang lebih dari setengah dari rata-rata tujuh hari infeksi secara global pekan lalu dan sekitar setengah dari kematian terbaru.

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Fuad Hasan Punya Peran Sentral Skandal Korupsi Kuota Haji

Kamis, 09 April 2026 | 16:31

UPDATE

Analis Ungkap 3 Faktor Penentu Reshuffle Kabinet di Era Prabowo Subianto.

Sabtu, 18 April 2026 | 09:43

Harga BBM Non Subsidi Naik, Perrtamax dan Dexlite Nyaris Rp24 Ribu per Liter

Sabtu, 18 April 2026 | 09:18

Menuju Kuartal II-2026: Sektor Furnitur Siap Ambil Alih Kendali Pertumbuhan

Sabtu, 18 April 2026 | 09:08

Harga Emas dan Perak Kompak Menguat di Penutupan Pekan

Sabtu, 18 April 2026 | 08:47

Trump Kembali Kecam NATO, Tegaskan AS Tak Butuh Bantuan di Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 08:30

Harga Minyak Anjlok setelah Hormuz Dibuka

Sabtu, 18 April 2026 | 08:17

Wall Street Hijau: Nasdaq Terbang Tinggi

Sabtu, 18 April 2026 | 08:03

Sempat Viral, Ini Fakta di Balik Visual Balita pada Kemasan AMDK

Sabtu, 18 April 2026 | 07:55

Bursa Eropa Menghijau Efek Pembukaan Kembali Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 07:41

Hormuz Dibuka tapi AS Tetap Menekan Iran

Sabtu, 18 April 2026 | 07:18

Selengkapnya