Gubernur Austria Hulu, Thomas Stelzer/Net
Hanya berselang tiga hari setelah memutuskan pembatasan bagi orang yang tidak divaksin, Gubernur Austria Hulu, Thomas Stelzer, mengusulkan agar pemerintah melakukan penguncian sepenuhnya bagi seluruh warga tanpa kecuali.
Usulan lockdown nasional itu disampaikan Stelzer kepada anggota parlemen pada Kamis (17/11), merujuk pada semakin tingginya angka kasus baru di negara itu.
"Jika tidak ada penguncian nasional yang diperintahkan besok, pasti harus ada penguncian selama beberapa minggu di Upper Austria, bersama dengan provinsi tetangga kami Salzburg mulai minggu depan," kata Stelzer, seperti dikutip dari Russian Today, Jumat (18/11).
Itu berarti bahwa setidaknya dua dari sembilan provinsi Austria akan berada dalam mode penguncian penuh hanya beberapa hari setelah negara itu mengunci sekitar dua juta orang Austria yang tidak divaksinasi.
“Kita harus menaikkan tingkat vaksinasi. Ini sangat rendah," kata Kanselir Alexander Schallenberg pada Minggu (14/11), ketika mengumumkan bahwa penduduk yang tidak divaksinasi hanya akan diizinkan meninggalkan rumah mereka untuk tujuan penting, seperti membeli bahan makanan atau pergi ke kantor dokter.
Sebagai tindak lanjut dari aturan tersebut, kini polisi semakin gencar melakukan operasi untuk melakukan pemeriksaan acak mencari bukti vaksinasi di jalan-jalan Austria.
Penduduk yang tidak divaksinasi yang ditemukan melanggar perintah penguncian menghadapi denda besar hingga 500 euro. Mereka yang menolak untuk menjalani pemeriksaan status vaksinasi harus membayar sekitar tiga kali lipat.
Stelzer dan gubernur Austria lainnya dijadwalkan bertemu dengan Schallenberg dan Menteri Kesehatan Wolfgang Mueckstein pada hari Jumat, ketika penguncian penuh kemungkinan akan dipertimbangkan.
Kasus Covid-19 baru di negara itu melewati angka 15.000 untuk pertama kalinya pada hari Kamis, jauh melampaui tertinggi harian 2020 di 9.586, yang ditetapkan ketika tidak ada vaksin yang tersedia.
Upper Austria dan Salzburg menjadi wilayah yang paling terpukul, membuat rumah sakit berisiko kekurangan tempat tidur.
Langkah Austria membatasi pergerakan orang yanh tidak divaksin kemudian diikuti negara-negara UE lainnya, termasuk Slovakia, Ceko, dan Yunani.