Jerman menjadi titik panas baru untuk Covid-19, dengan kasus harian mencapai lebih dari 65 ribu. Itu juga merupakan rekor tertinggi kasus Covid-19 di Jerman sejak dilanda pandemi.
Pada Kamis (18/11), Jerman mencatat lebih dari 65 ribu kasus Covid-19 selama 24 jam terakhir. Pejabat kesehatan bahkan memperingatkan angka tersebut dapat berlipat ganda.
Kanselir Angela Merkel menyebut situasi Covid-19 di Jerman dramatis, terlebih hal itu juga menekan hunian unit perawatan intensif.
"Kita perlu segera mengerem kenaikan eksponensial dalam kasus dan hunian unit perawatan intensif," ujar Merkel, seperti dikutip
BBC.
Upaya yang dilakukan oleh pemerintahan Merkel adalah memperketat pembatasan bagi orang-orang yang belum divaksinasi.
Merkel dan para pemimpin dari 16 negara bagian sepakat untuk memberlakukan pembatasan bagi orang yang tidak divaksinasi di daerah dengan penerimaan rumah sakit melebihi ambang batas yang ditetapkan.
Aturan tersebut disebut dengan 2G, yang berarti hanya mengizinkan mobilitas bebas bagi
gen geimpft oder yang berarti orang yang telah "divaksinasi atau dipulihkan".
Nantinya, di daerah dengan tingkat rawat inap lebih dari tiga pasien Covid per 100 ribu orang selama tujuh hari terakhir, hanya yang divaksinasi dan mereka yang telah pulih dari virus yang akan diizinkan untuk mengakses ruang publik seperti acara olahraga, pertunjukan budaya, dan restoran.
Daerah dengan tingkat rawat inap lebih dari enam harus menerapkan aturan "2G plus", yang mengharuskan orang untuk diuji serta divaksinasi, dan daerah dengan tingkat lebih dari sembilan harus menerapkan tindakan lebih lanjut, seperti pembatasan kontak. .
Jerman sendiri baru memvaksinasi 68 persen penduduknya, yang terbilang rendah jika dibandingkan negara-negara di wilayah Eropa.
Jerman bukan negara Eropa pertama yang memberlakukan pembatasan pada orang yang belum divaksinasi Covid-19.
Baik Republik Ceko dan Slovakia telah mengumumkan pembatasan yang lebih ketat untuk orang yang tidak divaksinasi, dalam upaya untuk mendorong penyerapan vaksin.