Berita

Mobil lapis baja Aurus produksi Rusia/Net

Dunia

UEA Jadi Pemesan Terbesar Mobil Mewah Rusia, Aurus

JUMAT, 19 NOVEMBER 2021 | 06:40 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Mobil mewah produksi Rusia, Aurus, menyita perhatian beberapa negara, salah satunya adalah Uni Emirat Arab yang telah bernegosiasi dan  memesan dalam jumlah besar

Ini menjadi langkah positif bagi dunia otomotif Rusia, seperti yang dikatakan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Denis Manturov kepada wartawan, Kamis (18/11).

Tanpa menyebut jumlah, Marturov mengatakan bahwa mobil  mewah yang dipastikan anti peluru ini, juga dalam langkah negosiasi dengan pemerintah Kazakhstan.


"Rekan-rekan kami melakukan pemesanan besar, saya tidak bisa mengungkapkan jumlah mobil yang sedang dinegosiasikan, dan modifikasi tertentu. Ini mobil lapis baja, yang akan menjadi kesepakatan dengan pihak Emirat," katanya, seperti dikutip dari Sputnik.

Ia merasa sangat senang dengan kemajuan yang dicapai Aurus, dan  berjanji untuk terus mendampingi setiap negosiasi terkait kendaraan ini.  

Aurus adalah merek mobil mewah Rusia pertama yang dibuat oleh lembaga desain NAMI. Produksi serial mobil Aurus dimulai di Tatarstan Rusia pada akhir Mei. Pemegang saham Aurus adalah NAMI (63,5 persen), Tawazun UEA (36 persen), dan Sollers (0,5 persen).

Chief Executive Officer Aurus Adil Shirinov sebelumnya mengatakan bahwa Tawazun akan memulai pasokan Aurus Senat ke Timur Tengah pada tahun 2022. Rencananya adalah mengekspor dari 70 persen hingga 80 persen mobil Aurus pada tahun 2030, dengan negara-negara Timur Tengah dan Afrika Utara, kemudian Cina dan Eropa Barat, diprioritaskan."

Mobil Aurus sudah digunakan oleh Presiden Rusia Vladimir Putin dan Layanan Perlindungan Federal, yang bertugas melindungi pejabat tinggi negara Rusia.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Roy Suryo: Gibran Copy Paste Jokowi Bahkan Lebih Parah

Kamis, 30 April 2026 | 01:58

Kompolnas dan Agenda Reformasi Aparat Sipil Bersenjata

Kamis, 30 April 2026 | 01:45

Polemik Dugaan Suap Pendirian SPPG di Sulbar Dilaporkan ke Polisi

Kamis, 30 April 2026 | 01:18

HNW: Bila Anggota OKI Bersatu bisa Kendalikan Urat Nadi Perdagangan Dunia

Kamis, 30 April 2026 | 00:55

Menhan: Prajurit jadi Motor Pembangunan Selain Jaga Kedaulatan

Kamis, 30 April 2026 | 00:37

Satgas OJK Blokir 951 Pinjol Ilegal Ungkap Deretan Modus Penipuan Keuangan

Kamis, 30 April 2026 | 00:19

Investasi Bodong dan Bias Sistem Keuangan

Rabu, 29 April 2026 | 23:50

Pelaporan SPT 2025 Masih di Bawah Target Jelang Deadline

Rabu, 29 April 2026 | 23:36

Komunikasi Publik Menteri PPPA Absurd dan Tidak Selesaikan Persoalan!

Rabu, 29 April 2026 | 23:09

Pemanfaatan Listrik Harus Maksimal Dongkrak Kemandirian Desa

Rabu, 29 April 2026 | 22:43

Selengkapnya