Berita

Suasana tim monitoring kampanye Pemilu 21N di kantor Dewan Pemilihan Nasional (CNE) Venezuela/RMOL

Dunia

Ketum JMSI Diundang Sebagai Pemantau Internasional Pemilu di Venezuela

KAMIS, 18 NOVEMBER 2021 | 21:20 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Venezuela akan menggelar hajat demokrasi pada 21 November mendatang. Seperti pemilihan sebelumnya, dalam Pemilu 21N ini, Consejo Nacional Electoral (CNE) atau Dewan Pemilihan Nasional juga melibatkan pemantau internasional dari sejumlah negara.

Menurut CNE, sekitar 300 pemantau internasional diundang, sebanyak enam di antaranya berasal dari Indonesia.

Mereka yang berasal dari Indonesia merupakan perwakilan dari tiga organisasi, yaitu Non-Aligned Movement Cnetre for South-South Technical Cooperation (NAM CSSTC), Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, dan Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI).


Delegasi NAM CSSTC terdiri dari Dubes Diar Nurbiantoro, Eddy Supriyatno, dan Niken Supraba. Perwakilan lainnya adalah Komisioner KPU RI Arif Budiman dan Kepala Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) KPU RI Sumariyandono.

Sementara JMSI diwakili oleh Ketua Umum Teguh Santosa, yang juga CEO RMOL Network. Teguh juga telah dilibatkan sebagai pemantau dalam Pilpres Venezuela pada 2018 lalu.

Dalam keterangannya, Teguh mengatakan dirinya merasa terhormat kembali dilibatkan dalam misi pemantauan internasional tersebut.

“Pemilu lokal Venezuela kali ini juga memiliki arti penting lain karena dipandang sebagai bagian dari pembicaraan damai antara kelompok yang saat ini berkuasa dengan kubu oposisi yang digelar beberapa waktu lalu di Meksiko,” ujar Teguh.

Teguh mengatakan, nantinya pemantau pemilu internasional akan dikirim ke delapan dari 23 negara bagian Venezuela, yaitu Caracas, Miranda, La Guaira, Aragua, Carabobo, Zulia, Lara, dan Yaracuy.

Dosen Hubungan Internasional di FISIP UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu sendiri akan memantau pemungutan suara di ibukota negara bagian Zulia, Maracaibo.

Zulia merupakan negara bagian dengan populasi terbanyak di Venezuela, yakni sekitar 4,4 juta jiwa.

Kota Maracaibo terbilang unik karena berada persis di pertemuan Teluk Venezuela dan Danau Maracaibo, dan merupakan negara bagian yang kaya minyak. Membutuhkan waktu sekitar 1 jam penerbangan dari Caracas untuk mencapai Maracaibo yang terletak di sisi barat Venezuela.

Selain di Venezuela, Teguh juga pernah memantau pemilu di Republik Federasi Mikronesia tahun 2009 dan referandum konstitusi di Kerajaan Maroko pada 2011.

Pemilu 21N Venezuela

Pemilu 21N merupakan pemilu ke-29 yang digelar oleh Venezuela dalam kurun waktu 22 tahun terakhir, khususnya sejak reformasi politik besar-besaran yang dilakukan Hugo Chavez pada 1999.

Pada Pemilu 21N, rakyat Venezuela akan memilih 23 gubernur negara bagian, 2.471 anggota lembaga legislatif di ke-23 negara bagian, 335 walikota, dan 253 legislator yang mewakili ke-23 negara bagian yang jumlah untuk setiap negara bagian ditentukan dari jumlah populasi negara bagian.

Dua pemilu terakhir yang digelar Venezuela adalah pemilihan presiden di bulan Mei 2018 dan pemilihan anggota Majelis Nasional pada Desember 2020.

Dalam Pilpres 2018, Nicolas Maduro berhasil mempertahankan kekuasannya sebagai presiden setelah mengalahkan dua kandidat utama lainnya, yakni Henri Falcon dari Partai Avanzada Progresista dan Javier Bertucci dari Partai El Cambio.

Pilpres 2018 diikuti 9,2 juta pemilih dari 20,5 juta pemilik suara yang terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT).

Sementara dalam Pemilu Majelis Nasional, koalisi Gran Polo Patriotico Simon Bolivar yang juga dikenal dengan nama Great Patriotic Pole (GPP) berhasil menguasai 253 kursi dari 277 kursi Majelis Nasional.

Koalisi besar ini terdiri dari Partido Socialista Unido de Venezuela (PSUV) yang dipimpin Maduro yang memperoleh 219 kursi, dan delapan partai pendukung lain.

Sementara kubu oposisi Allianza Democratica hanya memperoleh 18 kursi. Partai Avanzada Progresista dan Partai El Cambio bergabung dalam koalisi ini. Adapun 6 kursi lainnya diduduki Aliansi Venezuela bersatu (2 kursi), Rakyat Revolusioner Alternatif (1 kursi), dan wakil masyarakat adat (3 kursi).

Sebanyak, 6,3 juta pemilih dari 20,7 juta pemilik suara yang terdaftar dalam DPT berpartisipasi dalam Pemilu Majelis Nasional 2020.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

Besok Pantura Jateng Diprediksi Banjir Rob Lebih Lama

Minggu, 14 Juni 2026 | 22:22

Turun Ke Kupang, Komut Pertamina Pastikan Pasokan Energi di Perbatasan Aman

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:47

Prabowo Terima Laporan Rosan soal Lonjakan Kepercayaan Investor Global

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:40

Masyarakat Harus Jaga Persatuan di Tengah Tekanan Ekonomi Global

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:26

Prabowo Kumpulkan Sejumlah Menteri di Kertanegara, Bahas Apa?

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:21

Ketum PKB: Politik Bukan Cuma Rebutan Kekuasaan!

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:19

Wakapolri dan Akpol '90 Bakti Sosial dan Kesehatan Gratis

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:49

Tuan Guru Batak Kecam Eks Ketua BEM UGM yang Diduga Hina Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:32

PKB Jabar Fest Siapkan Kader Muda jadi Pemimpin Masa Depan

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:31

KPK Buka Fakta Viral Foto Tumpukan Uang Valas Silmy Karim

Minggu, 14 Juni 2026 | 19:53

Selengkapnya