Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Kasus Covid Melonjak di Prancis, Ahli: Perlu Menerapkan Bekerja dari Rumah bagi Karyawan dan Perketat Prokes

KAMIS, 18 NOVEMBER 2021 | 16:44 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Prancis terus berjuang di tengah meningkatnya angka kasus Covid-19 belakangan ini yang mendesak pemerintah untuk kembali memberlakukan penguncian. Namun, sebelum tindakan penguncian itu diberlakukan, pemerintah memiliki opsi untuk kembali memberlakukan bekerja dari rumah bagi para karyawan.

Bekerja dari rumah telah banyak diberlakukan negara0negara dengan angka kasus Covid yang tinggi. Cara ini dipercaya cukup ampuh dalam menekan angka penularan, tetapi menjadi dilema karena akan memperlambat roga ekonomi karena toko dan bisnis di seputaran perkantoran akan kehilangan pengunjungnya.

Penasihat ilmiah utama pemerintah Prancis Jean-Francois Delfraissy mengatakan, keputusan pemerintah itu tidak bisa dikesampingkan, karena dengan menerapkan sistem bekerja dari rumah bisa menekan lonjakan kasus Covid.


"Apa lagi yang tersisa di kotak perkakas yang belum kami gunakan (untuk melawan pandemi)? Bekerja dari rumah dalam mungkin bisa menjadi pilihan," katanya, seperti dikutip dari AFP.

Prancis mungkin dapat mengatasi gelombang kelima Covid-q9, jika masyarakat taat pada mengikuti langkah-langkah anti-Covid, menurutnya. Mengenakan masker wajah dan menjaga jarak, sangat perlu dilakukan terutama bagi mereka yang  belum divaksinasi, katanya.

Ia menekankan, Prancis harus tetap hati-hati. Kasus baru bisa saja bermunculan jauh lebih banyak lagi, bahkan mungkin dapat melonjak menjadi 1.000-1.200 kasus setiap harinya pada Desember di mana liburan dan Natal akan sangat berdampak pada aturan Covid.

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

UPDATE

Usai Raup Dana Jumbo, Danantara Diminta Transparan Soal Penyaluran Investasi

Sabtu, 20 Juni 2026 | 18:13

SLA Lampaui Target, Helita jadi Andalan Baru Layanan Digital Tangsel

Sabtu, 20 Juni 2026 | 18:09

Garda Bangsa: Program Pemerintah Dirasakan Masyarakat, Harus Dikawal

Sabtu, 20 Juni 2026 | 17:37

TVRI Jelaskan Proses, Cakupan, dan Distribusi Hak Siar FIFA hingga 2027

Sabtu, 20 Juni 2026 | 17:06

AMMSI: Penyesuaian Operasional MBG Perkuat Efisiensi Anggaran dan Tata Kelola Program

Sabtu, 20 Juni 2026 | 17:00

Ace Hasan Dorong Alumni UIN Jakarta Terus Berkontribusi untuk Bangsa

Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:24

Program 3 Juta Rumah Dipercepat, Pemerintah dan Danantara Bahas Meikarta hingga Inpres Baru

Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:08

Tiga Besar Fortune Southeast Asia 500, Pertamina: Motivasi Perkuat Ketahanan Energi

Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03

Saham Intel Melesat Usai Pernyataan Trump

Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:32

Polisi Ungkap Rekayasa Perampokan di Menteng, Pelaku Dendam ke Korban Sejak 2020

Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:05

Selengkapnya