Berita

Ketua Panitia Kerja (Panja) RUU TPKS Willy Aditya/RMOL

Politik

Willy Aditya: Ada Kemungkinan RUU TPKS Gugur

KAMIS, 18 NOVEMBER 2021 | 16:31 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Rancangan Undang Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (RUU TPKS) bisa jadi gugur jika tidak juga mencapai kata sepakat untuk disahkan di Badan Legislasi (Baleg) DPR RI.

Ketua Panitia Kerja (Panja) RUU TPKS Willy Aditya mengatakan, saat ini masih terus dilakukan pembahasan pada draf yang sudah disusun. Dia berharap, kata sepakat di antara anggota DPR RI segera dicapai.

"Pleno harus diambil keputusan di Baleg, semoga saja bisa lolos. Ini memang spekulasi juga, kalau tidak lolos di Baleg, gugurlah UU ini," kata Willy di Ruang Fraksi Partai Nasdem, Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Kamis (18/11).


Untuk saat ini, legislator Partai Nasdem ini berharap, publik bisa mengerti RUU TPKS bukan tidak dilanjutkan atau bukan karena DPR tidak serius membahasnya hingga belum bisa disahkan.

Menurutnya, di DPR RI ada sembilan fraksi partai politik yang tentu memiliki agenda dan kepentingannya masing-masing dalam pembahasan satu produk legislasi.

"Biar publik juga tahu bahwa DPR ini bukan satu kesatuan, tapi DPR ini kumpulan pertarungan parpol, siapa yang sepakat, siapa yang menolak. Itu teman-teman harus tahu," terangnya.

Willy yang juga menjabat Wakil Ketua Baleg DPR RI ini, masih optimis RUU TPKS bisa disetujui dalam rapat pleno Baleg DPR RI dan dibawa ke rapat paripurna untuk diambil keputusan sebagai inisiatif DPR.

"Kita berharap proses panjang ini bisa terjawab dengan cepat. Makanya Baleg mengagendakan 25 November itu pleno Baleg terhadap RUU TPKS," pungkasnya.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

JK Bukan Pelaku Penista Agama

Rabu, 22 April 2026 | 04:11

Gaya Koruptor Sorong Beda dengan Indonesia Barat

Rabu, 22 April 2026 | 03:37

GoSend Rilis Fitur Kode Terima Paket

Rabu, 22 April 2026 | 03:13

Disita Aset Rp2 Miliar dari Safe Deposit Box Pejabat Bea Cukai

Rabu, 22 April 2026 | 03:00

Rano Tekankan Integritas CPNS Menuju Jakarta Kota Global

Rabu, 22 April 2026 | 02:24

Pegawai BUMN Dituntut Tangkal Narasi Negatif terhadap Pemerintah

Rabu, 22 April 2026 | 02:09

Ibrahim Arief Merasa Jadi Kambing Hitam Kasus Chromebook

Rabu, 22 April 2026 | 02:00

Keluarga Nadiem Adukan Dugaan Kejanggalan Kasus Chromebook ke DPR

Rabu, 22 April 2026 | 01:22

Fahira Idris: Perempuan Jadi Tumpuan Indonesia Maju 2045

Rabu, 22 April 2026 | 01:07

Dony Oskaria: Swasembada Pangan Nyata Bukan Hoaks

Rabu, 22 April 2026 | 01:03

Selengkapnya