Berita

Pemilih dari Vava'u mengantri untuk memasuki tempat pemungutan suara di ibu kota Nuku'alofa, Tonga, Senin 18 November 2021/Net

Dunia

Rakyat Tonga Pergi Ke Pemilihan Suara di Tengah Ancaman Covid dan Meningkatnya Korupsi

KAMIS, 18 NOVEMBER 2021 | 15:41 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Warga Tonga berduyun-duyun menuju tempat pemungutan suara di tengah krisis kesehatan yang mulai muncul di negara kepulauan itu.
Sejak Kamis pagi (18/11), warga yang telah memiliki hak pilih menggegaskan langkahnya ke kotak suara dengan harapan yang sangat tipis bahwa krisis kesehatan dan korupsi yang mendominasi pemerintahan bisa segera diberantas.
Tidak ada kampanye besar untuk pemilihan tahun ini karena adanya pembatasan Covid yang telah diberlakukan sejak awal bulan.  Tonga telah mencatat kasus pertamanya  yang muncul dari seorang pelancong yang dites positif saat ia datang ke pulau itu dari Selandia Baru.

Kasus pertama itu akhirnya menghapus 'prestasi' Tonga sebagai negara terakhir yang bebas Covid, sekaligus menjadi agenda utama para pemilih di kerajaan Pasifik Selatan yang kecil itu.


Sekitar 60.000 rakyat Tonga akan memilih 17 Perwakilan Rakyat dalam pemilihan 18 November, dari total 73 calon. 12 di antaranya adalah perempuan.

Lebih dari separuh kandidat, termasuk tujuh perempuan, memperebutkan 10 kursi di Tongatapu, seperti dilaporkan Devpolicy.

Negara berpenduduk 106.000 jiwa itu berada di bawah pemerintahan feodal hingga 2010, ketika monarki meningkatkan perwakilan demokratis setelah kerusuhan empat tahun sebelumnya yang menghancurkan pusat kota ibu kota Nuku'alofa.

Tetapi serangkaian skandal politik dan persepsi tentang ketidakmampuan pemerintah telah mengikis kepercayaan pada lembaga-lembaga demokrasi yang masih muda.

Sebuah survei yang dirilis oleh pengawas Transparency International minggu ini menemukan 62 persen responden menganggap korupsi adalah masalah utama negara itu, dengan hampir 50 persen mengatakan memiliki pengalaman langsung soal penyuapan yang melibatkan pejabat pemerintah.

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

UPDATE

Usai Raup Dana Jumbo, Danantara Diminta Transparan Soal Penyaluran Investasi

Sabtu, 20 Juni 2026 | 18:13

SLA Lampaui Target, Helita jadi Andalan Baru Layanan Digital Tangsel

Sabtu, 20 Juni 2026 | 18:09

Garda Bangsa: Program Pemerintah Dirasakan Masyarakat, Harus Dikawal

Sabtu, 20 Juni 2026 | 17:37

TVRI Jelaskan Proses, Cakupan, dan Distribusi Hak Siar FIFA hingga 2027

Sabtu, 20 Juni 2026 | 17:06

AMMSI: Penyesuaian Operasional MBG Perkuat Efisiensi Anggaran dan Tata Kelola Program

Sabtu, 20 Juni 2026 | 17:00

Ace Hasan Dorong Alumni UIN Jakarta Terus Berkontribusi untuk Bangsa

Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:24

Program 3 Juta Rumah Dipercepat, Pemerintah dan Danantara Bahas Meikarta hingga Inpres Baru

Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:08

Tiga Besar Fortune Southeast Asia 500, Pertamina: Motivasi Perkuat Ketahanan Energi

Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03

Saham Intel Melesat Usai Pernyataan Trump

Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:32

Polisi Ungkap Rekayasa Perampokan di Menteng, Pelaku Dendam ke Korban Sejak 2020

Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:05

Selengkapnya