Berita

Kapal Penjaga Pantai China/Net

Dunia

Kapalnya Diblokir Penjaga Pantai China dengan Meriam Air di LCS, Filipina Mengamuk

KAMIS, 18 NOVEMBER 2021 | 08:25 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Filipina mengutuk aksi tiga kapal Penjaga Pantai China yang memblokir akses dua kapal pasokan milik Manila di Laut China Selatan.

Kutukan dalam istilah paling keras itu sampaikan oleh Menteri Luar Negeri Filipina Teodoro Locsin dalam sebuah pernyataan pada Kamis (18/11), seperti dikutip Reuters.

Locsin mengatakan tiga kapal Penjaga Pantai China bahkan menggunakan meriam air untuk menghalangi perjalanan kapal milik Filipina ke atol Second Thomas Shoal di Laut China Selatan pada 16 November lalu.


"Tindakan Penjaga Pantai China adalah ilegal," tegas Locsin.

Ia mengatakan insiden tersebut tidak menyebabkan korban luka. namun kapal yang mengangkut pasokan makanan untuk personel militer Filipina di pangkalan tersebut harus membatalkan misi.

Lebih lanjut, Locsin mengatakan pihaknya telah mengajukan kemarahan, kecaman, dan protes keras kepada Dutabesar China. Ia mengingatkan China bahwa kapal publik dilindungi oleh Perjanjian Pertahanan Bersama Filipina-Amerika Serikat.

"China tidak memiliki hak penegakan hukum di dalam dan di sekitar wilayah ini. Mereka harus berhati-hati dan mundur," kata Locsin.

Manila menganggap Second Thomas Shoal, yang terletak 195 km barat daya wilayah Filipina Palawan, sebagai zona ekonomi eksklusif (ZEE). Filipina telah menduduki beting itu sejak 1999 setelah dengan sengaja mendaratkan kapal angkatan laut di sana.

China, yang mengklaim hampir seluruh Laut China Selatan, mengatakan terumbu karang itu adalah bagian dari wilayahnya. Tetapi klaim itu diruntuhkan oleh Pengadilan Arbitrase Permanen di Den Haag pada 2016.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Selain Anak Buah Nusron, KPK Benarkan Tangkap Fahd A Rafiq

Selasa, 15 September 2026 | 00:25

Laut Bukan Tempat untuk Mati

Selasa, 15 September 2026 | 00:01

APKARINDO Perjuangkan Ksejahteraan Petani hingga Kejayaan Karet Rakyat

Senin, 14 September 2026 | 23:42

Anak Buah Nusron Kena OTT KPK Terkait Pengurusan HGB Summarecon

Senin, 14 September 2026 | 23:22

DPR Soroti Usia Kapal dan Kepatuhan Aturan Impor dalam Tragedi Virgo Transport 8

Senin, 14 September 2026 | 23:02

Pemerintah Bahu Membahu Cegah Karhutla Masuk Zona Inti IKN

Senin, 14 September 2026 | 23:01

Pemilik Laundry Sukses Kembangkan Usaha dari Mekaar jadi BRILink Agen

Senin, 14 September 2026 | 22:38

OTT KPK Makin Mengerucut, Fahd A Rafiq hingga Bos Summarecon Dikabarkan Terjaring

Senin, 14 September 2026 | 22:37

Ketua KPK Benarkan OTT Pejabat ATR/BPN, Daftar Nama Belum Diungkap

Senin, 14 September 2026 | 21:59

Janggal, Purbaya Dipecat Setelah Mencopot Ratusan Pejabat Kemenkeu

Senin, 14 September 2026 | 21:57

Selengkapnya