Berita

Aksi protes anti-kudeta di Sudan/Net

Dunia

Protes Anti-Kudeta Sudan, 15 Orang Meninggal Ditembak Mati Aparat

KAMIS, 18 NOVEMBER 2021 | 07:15 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Sedikitnya 15 orang meninggal dunia setelah ditembak mati pasukan keamanan Sudan dalam aksi demonstrasi paling mematikan di ibukota Khartoum.

Insiden berdarah tersebut terjadi pada Rabu (17/11), ketika ribuan orang Sudan turun ke jalan menolak kudeta militer pada 25 Oktober lalu.

Aksi demonstrasi bukan hanya terjadi di Khartoum, namun juga di Kota Bahri dan Omdurman. Para pengunjuk rasa menuntut penyerahan penuh kekuasaan kepada otoritas sipil, dan agar para pemimpin kudeta militer diadili.


Dalam laporan Reuters, saksi mata mengungkap pasukan keamanan menembakkan peluru tajam dan gas air mata untuk mencegah demonstrasi di ketiga kota, sementara komunikasi telepon seluler terputus.

"Pasukan kudeta menggunakan peluru tajam di berbagai daerah di ibukota dan ada puluhan luka tembak, beberapa di antaranya dalam kondisi serius," kata Komite Pusat Dokter Sudan, sebuah kelompok yang bersekutu dengan gerakan protes.

Kematian terkonsentrasi di Bahri. Televisi pemerintah mengatakan ada korban luka di antara pengunjuk rasa dan polisi.

Sebagai tanggapan, pengunjuk rasa membangun barikade yang luas, mengosongkan jalan-jalan lalu lintas.

"Rakyat lebih kuat, dan mundur tidak mungkin," begitu seruan para pengunjuk rasa di jalan utama Khartoum sembari membakar ban.

Di media sosial, foto-foto aksi protes di kota-kota lain, termasuk Port Sudan, Kassala, Dongola, Wad Madani dan Geneina juga bermunculan.

Pasukan keamanan dilaporkan dikerahkan secara besar-besaran di jalan utama dan persimpangan, dan jembatan di seberang Sungai Nil ditutup.

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Fuad Hasan Punya Peran Sentral Skandal Korupsi Kuota Haji

Kamis, 09 April 2026 | 16:31

UPDATE

Analis Ungkap 3 Faktor Penentu Reshuffle Kabinet di Era Prabowo Subianto.

Sabtu, 18 April 2026 | 09:43

Harga BBM Non Subsidi Naik, Perrtamax dan Dexlite Nyaris Rp24 Ribu per Liter

Sabtu, 18 April 2026 | 09:18

Menuju Kuartal II-2026: Sektor Furnitur Siap Ambil Alih Kendali Pertumbuhan

Sabtu, 18 April 2026 | 09:08

Harga Emas dan Perak Kompak Menguat di Penutupan Pekan

Sabtu, 18 April 2026 | 08:47

Trump Kembali Kecam NATO, Tegaskan AS Tak Butuh Bantuan di Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 08:30

Harga Minyak Anjlok setelah Hormuz Dibuka

Sabtu, 18 April 2026 | 08:17

Wall Street Hijau: Nasdaq Terbang Tinggi

Sabtu, 18 April 2026 | 08:03

Sempat Viral, Ini Fakta di Balik Visual Balita pada Kemasan AMDK

Sabtu, 18 April 2026 | 07:55

Bursa Eropa Menghijau Efek Pembukaan Kembali Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 07:41

Hormuz Dibuka tapi AS Tetap Menekan Iran

Sabtu, 18 April 2026 | 07:18

Selengkapnya