Berita

Migran-migran yang berada di perbatasan antara Belarus dan Polandia/Net

Dunia

Setelah Rusuh, Belarus Pindahkan Para Migran di Perbatasan Polandia

KAMIS, 18 NOVEMBER 2021 | 06:26 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Belarus menarik ratusan migran yang berkemah di perbatasannya dengan Polandia, sehari setelah kerusuhan terjadi di sana.

Sebuah laporan terbaru menyebutkan para migran telah dipindahkan ke gudang terdekat di wilayah Belarus pada Rabu (17/11), seperti dikutip Al Arabiya.

Kantor berita negara Belarus, Belta melaporkan, mereka dipindahkan ke sebuah bangunan seperti gudang berpemanas sekitar 500 meter dari perbatasan dekat Bruzgi, memberi mereka kesempatan untuk beristirahat di dalam ruangan setelah berhari-hari di tenda.


Sekitar 1.000 migran setuju untuk pindah ke gedung itu dan menunggu situasi teratasi. Tetapi beberapa migran memilih untuk tetap berkemah di dekat perbatasan, berharap bisa masuk ke Uni Eropa.

Pemindahan para migran dilakukan sehari setelah kerusuhan pecah di perbatasan. Para migran yang berusaha masuk ke Uni Eropa melemparkan batu ke pasukan Polandia yang berjaga di sisi pagar kawat. Insiden itu melukai 12 orang.

Sebagai tanggapan, pasukan Polandia membalas para migran dengan meriam air dan gas air mata. Belarus mengecam tindakan tersebut, yang dinilainya merupakan kekerasan.

Para migran, sebagian besar dari Timur Tengah, telah terjebak di perbatasan sejak 8 November. Sebagian besar melarikan diri dari konflik atau keputusasaan di dalam negeri dan ingin mencapai Jerman atau negara-negara Eropa Barat lainnya.

Kendati demikian, Barat menuduh Presiden Belarus Alexander Lukashenko menggunakan para migran sebagai pion untuk mengacaukan Uni Eropa sebagai pembalasan atas sanksinya terhadap rezim otoriternya.

Belarus membantah mengatur krisis di perbatasan. Ia mengatakan migran memasuki Belarus sejak musim panas dan kemudian mencoba menyeberang ke Polandia, Lithuania dan Latvia.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

UPDATE

PDIP Duga Ada Pengerahan Komcad Saat Pengamanan Demo Mahasiswa, Ini Penjelasannya

Senin, 15 Juni 2026 | 08:19

Bursa Asia Hijau Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 08:12

Harga Minyak Dunia Rontok Usai Trump Umumkan Kesepakatan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:54

Harga Logam Mulia Melonjak, Emas Mendekati Rekor Baru

Senin, 15 Juni 2026 | 07:42

AS dan Iran Bakal Teken Perjanjian Damai di Swiss Jumat Ini

Senin, 15 Juni 2026 | 07:26

Pemerintah Dorong Susu Hadir Setiap Hari dalam Program MBG

Senin, 15 Juni 2026 | 07:15

Trump Klaim Amankan Kesepakatan Damai Terbesar dengan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:00

Pengelolaan Blok Andaman Diusulkan Pakai Skema Hybrid

Senin, 15 Juni 2026 | 06:50

Dokter Tifa Dukung Prabowo Pimpin RI Tanpa Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 06:27

Suap di Bea Cukai Sangat Mengerikan, Bukti Negeri Ini Semakin Busuk oleh Koruptor

Senin, 15 Juni 2026 | 06:23

Selengkapnya