Berita

Pasukan Taliban/Net

Dunia

Teror Makin Merajalela, PBB: Taliban Tidak Mampu Tangani ISIS-K

KAMIS, 18 NOVEMBER 2021 | 06:07 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) mengeluarkan peringatan atas semakin aktifnya ISIS di Afghanistan setelah pengambilalihan kekuasaan oleh Taliban.

Berbicara di hadapan Dewan Keamanan pada Rabu (17/11), Utusan PBB Deborah Lyons mengatakan Taliban telah menunjukkan ketidakmampuannya dalam membendung ekspansi ISIS-Khorasan (ISIS-K).

Hal itu terlihat dari peningkatan tajam jumlah serangan dan perluasan jejak nasional yang dilakukan oleh cabang lokal ISIS tersebut. Lyons menyebut, ISIS-K telah melakukan 334 serangan pada tahun ini, dibandingkan 60 pada tahun lalu.


“Dulu terbatas di beberapa provinsi dan Kabul, (ISIS-K) sekarang tampaknya hadir di hampir semua provinsi dan semakin aktif,” kata Lyons, seperti dikutip The National.

Baru-baru ini, ISIS juga mengaku bertanggung jawab atas dua ledakan yang mengguncang bagian barat ibukota Afghanistan, Kabul. Insiden itu menewaskan sedikitnya satu orang, dan melukai sedikitnya enam lainnya.

"Taliban bersikeras bahwa mereka melakukan kampanye bersama melawan (ISIS), tetapi kampanye ini mengkhawatirkan karena tampaknya sangat bergantung pada penahanan di luar proses hukum dan pembunuhan terhadap tersangka anggota (ISIS)," lanjutnya.

Taliban telah berkonflik dengan ISIS-K selama beberapa tahun karena perbedaan ekonomi dan ideologi.

Para pemimpin Taliban mengatakan mereka harus melawan ISIS, dan Afghanistan tidak boleh menjadi basis serangan terhadap negara lain.

Namun, Taliban juga telah bergulat dengan krisis ekonomi dan kemanusiaan setelah pemerintahan Barat menarik dana dan membekukan aset nasional ketika kelompok itu mendapatkan kembali kekuasaan pada Agustus lalu.

Lyons juga memperingatkan, dengan krisis yang terjadi, akan ada lebih banyak warga Afghanistan yang terjun ke sektor obat-obatan, menjalankan senjata dan penyelundupan manusia. Hal ini membuat ekstremis dan teroris akan mendapatkan keuntungan dari peraturan perbankan yang lebih sedikit.

“Patologi ini pertama-tama akan mempengaruhi Afghanistan, tetapi kemudian mereka akan menginfeksi wilayah tersebut,” pungkasnya.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Selain Anak Buah Nusron, KPK Benarkan Tangkap Fahd A Rafiq

Selasa, 15 September 2026 | 00:25

Laut Bukan Tempat untuk Mati

Selasa, 15 September 2026 | 00:01

APKARINDO Perjuangkan Ksejahteraan Petani hingga Kejayaan Karet Rakyat

Senin, 14 September 2026 | 23:42

Anak Buah Nusron Kena OTT KPK Terkait Pengurusan HGB Summarecon

Senin, 14 September 2026 | 23:22

DPR Soroti Usia Kapal dan Kepatuhan Aturan Impor dalam Tragedi Virgo Transport 8

Senin, 14 September 2026 | 23:02

Pemerintah Bahu Membahu Cegah Karhutla Masuk Zona Inti IKN

Senin, 14 September 2026 | 23:01

Pemilik Laundry Sukses Kembangkan Usaha dari Mekaar jadi BRILink Agen

Senin, 14 September 2026 | 22:38

OTT KPK Makin Mengerucut, Fahd A Rafiq hingga Bos Summarecon Dikabarkan Terjaring

Senin, 14 September 2026 | 22:37

Ketua KPK Benarkan OTT Pejabat ATR/BPN, Daftar Nama Belum Diungkap

Senin, 14 September 2026 | 21:59

Janggal, Purbaya Dipecat Setelah Mencopot Ratusan Pejabat Kemenkeu

Senin, 14 September 2026 | 21:57

Selengkapnya