Berita

Dutabesar RI Mohamad Hery Saripudin menyerahkan surat kepercayaan kepada Presiden RD Kongo Felix Tshisekedi di Palais de la Nation atau Istana Nasional di Kinsasha pada Kamis, 11 November 2021/Ist

Dunia

Sebagai Pemilik Hutan Hujan Terbesar Dunia, Kongo Ajak Indonesia Kerjasama Soal Perdagangan Karbon

RABU, 17 NOVEMBER 2021 | 23:03 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Sebagai sesama negara pemilik hutan hujan terbesar di dunia, Indonesia dan Republik Demokratik Kongo dipandang penting untuk bekerjasama dalam hal perdagangan karbon.

Hal itu disampaikan oleh Presiden RD Kongo Felix Tshisekedi ketika menerima surat kepercayaan dari Dutabesar RI Mohamad Hery Saripudin di Palais de la Nation atau Istana Nasional di Kinsasha pada Kamis (11/11).

Usai menyerahkan surat kepercayaan, Dubes Saripudin mengatakan, Presiden Tshisekedi mengusulkan agar Indonesia dan Kongo bekerjasama dalam upaya mengurangi emosi karbon global dalam rangka membantu melestarikan lingkungan hidup dan memitigasi perubahan iklim.


Di samping itu, Dubes Saripudin melanjutkan, ia akan mendorong isu-isu yang menjadi kepentingan bersama, termasuk di bidang ekonomi, politik, sosial budaya, dan lingkungan dengan Kongo sesuai instruksi Presiden Joko Widodo.

Dubes Saripudin juga menyampaikan bahwa nilai perdagangan kedua negara sangat kecil dibandingkan potensi yang dimiliki kedua negara. Sehingga ia juga berusaha meningkatkan nilai perdagangan bersama.

“Perlu upaya bersama untuk meningkatkan hubungan perdagangan kedua negara. Untuk itu perlu segera diwujudksn negosiasi pembentukan Preferential Trade Agreement (PTA) antara Indonedia dengan RD Kongo,” jelasnya.

Ketika bertemu dengan Presiden Tshisekedi, Dubes Saripudin juga menyampaikan apresiasi dan penghargaan atas kiprah kontingen Indonesia pada Pasukan Perdamaian Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) yang tergabung dalam Misi Stabilisasi di RD Kongo, MONUSCO.

Selain itu, Presiden Tshisekedi juga mengutarakan keinginannya untuk berkunjung ke Indonesia pada tahun 2022.

Indonesia telah berpartisipasi dalam misi perdamaian PBB di RD Kongo selama lebih dari tiga dasawarsa. Saat ini, terdapat tidak kurang dari 1.102 personel dari TNI dan Polri yang tergabung dalam misi perdamaian di RD Kongo.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

UPDATE

PDIP Duga Ada Pengerahan Komcad Saat Pengamanan Demo Mahasiswa, Ini Penjelasannya

Senin, 15 Juni 2026 | 08:19

Bursa Asia Hijau Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 08:12

Harga Minyak Dunia Rontok Usai Trump Umumkan Kesepakatan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:54

Harga Logam Mulia Melonjak, Emas Mendekati Rekor Baru

Senin, 15 Juni 2026 | 07:42

AS dan Iran Bakal Teken Perjanjian Damai di Swiss Jumat Ini

Senin, 15 Juni 2026 | 07:26

Pemerintah Dorong Susu Hadir Setiap Hari dalam Program MBG

Senin, 15 Juni 2026 | 07:15

Trump Klaim Amankan Kesepakatan Damai Terbesar dengan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:00

Pengelolaan Blok Andaman Diusulkan Pakai Skema Hybrid

Senin, 15 Juni 2026 | 06:50

Dokter Tifa Dukung Prabowo Pimpin RI Tanpa Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 06:27

Suap di Bea Cukai Sangat Mengerikan, Bukti Negeri Ini Semakin Busuk oleh Koruptor

Senin, 15 Juni 2026 | 06:23

Selengkapnya