Berita

Presiden Belarusia Alexander Lukashenko dan Kanselir Jerman Angela Merkel/Net

Dunia

Cari Solusi Krisis Pengungsi, Lukashenko dan Merkel Gelar Diskusi

SELASA, 16 NOVEMBER 2021 | 16:40 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Krisis pengungsi di perbatasan Belarus-Polandia jadi bahasan utama perbincangan antara Presiden Belarusia Alexander Lukashenko dan Kanselir Jerman Angela Merkel pada Senin malam (15/11) waktu setempat.
 
Russian Times melaporkan pada Selasa (16/11) bahwa Lukashenko dan Merkel membahas bagaimana menyelesaikan krisis yang membuat ribuan pengungsi, sebagian besar dari Timur Tengah, memaksa masuk ke wilayah Uni Eropa.

Ini menandai pertukaran langsung pertama yang diketahui antara Lukashenko dan seorang tokoh politik besar Barat sejak pemilihan presiden yang disengketakan pada musim panas 2020 di Belarusia.


Warsawa telah mengirim pasukan tambahan untuk mempertahankan perbatasan serta meminta bantuan dari NATO dan Uni Eropa sambil menyalahkan Minsk atas krisis yang disebutnya sebagai bagian dari 'perang hibrida' Belarusia.

Lukashenko telah berulang kali membantah tuduhan itu, dengan alasan bahwa pemerintahnya tidak lagi mampu melindungi UE dari masuknya migran karena sanksi berat yang dijatuhkan blok tersebut pada negara tersebut.

Namun, Warsawa mengklaim bahwa Belarusia telah melakukan penerbangan dari tujuan bermasalah seperti Irak dan Iran dan mengirim mereka ke perbatasan sebagai bentuk “perang hibrida.”

Polandia juga menegaskan bahwa pasukan keamanan Belarusia membantu kelompok migran untuk menyeberang, dan menolak untuk mengizinkan mereka kembali.

Sejak awal 2021, lebih dari 23.000 orang telah mencoba melintasi perbatasan Polandia-Belarusia, menyebabkan Warsawa mengumumkan keadaan darurat dan meningkatkan kehadiran pasukannya, serta menyetujui pembangunan tembok berbenteng.

Namun, pengawas hak-hak pengungsi PBB mengatakan negara itu tidak berbuat cukup untuk menawarkan keselamatan bagi mereka yang melarikan diri dari perang dan kerusuhan, dengan beberapa orang diketahui tewas saat tidur nyenyak di dekat perbatasan.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Roy Suryo: Gibran Copy Paste Jokowi Bahkan Lebih Parah

Kamis, 30 April 2026 | 01:58

Kompolnas dan Agenda Reformasi Aparat Sipil Bersenjata

Kamis, 30 April 2026 | 01:45

Polemik Dugaan Suap Pendirian SPPG di Sulbar Dilaporkan ke Polisi

Kamis, 30 April 2026 | 01:18

HNW: Bila Anggota OKI Bersatu bisa Kendalikan Urat Nadi Perdagangan Dunia

Kamis, 30 April 2026 | 00:55

Menhan: Prajurit jadi Motor Pembangunan Selain Jaga Kedaulatan

Kamis, 30 April 2026 | 00:37

Satgas OJK Blokir 951 Pinjol Ilegal Ungkap Deretan Modus Penipuan Keuangan

Kamis, 30 April 2026 | 00:19

Investasi Bodong dan Bias Sistem Keuangan

Rabu, 29 April 2026 | 23:50

Pelaporan SPT 2025 Masih di Bawah Target Jelang Deadline

Rabu, 29 April 2026 | 23:36

Komunikasi Publik Menteri PPPA Absurd dan Tidak Selesaikan Persoalan!

Rabu, 29 April 2026 | 23:09

Pemanfaatan Listrik Harus Maksimal Dongkrak Kemandirian Desa

Rabu, 29 April 2026 | 22:43

Selengkapnya