Berita

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir/Net

Politik

Fitnah dan Hoaks kepada Erick Thohir Bukti Politik Indonesia Belum Dewasa

SELASA, 16 NOVEMBER 2021 | 14:02 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Maraknya hoaks dan fitnah yang menyasar sejumlah tokoh menjadi cerminan ketidakdewasaan berpolitik.

Pengamat komunikasi dari Universitas Indonesia, Fatimah Ibtisam mencontohkan, ketidakdewasaan berpolitik terlihat pada serangan fitnah kepada Menteri BUMN, Erick Thohir.

Ada upaya merusak karakter sang menteri dengan memfitnah secara personal. Serangan yang bersifat personal ini menunjukkan kegagalan dalam mencari celah mengkritisi sang menteri dari sisi objektif.


"Di sisi lain, mengangkat isu personal seperti ini kontraproduktif dan tidak bermanfaat. Mengaburkan isu dan kritik yang semestinya diangkat, seperti bagaimana upaya penguatan BUMN," kata Fatimah Ibtisam dalam keterangan tertulisnya, Selasa (16/11).

Ia melanjutkan, serangan kepada Erick Thohir, seperti isi bisnis PCR, deklarasi capres, hingga fitnah kepada keluarganya tak bisa dilepaskan dengan kedudukannya sebagai salah satu menteri di pos strategis.

Sebelum duduk di pemerintahan, Erick Thohir relatif tidak pernah diserang isu negatif. Ini membuktikan adanya pihak yang kepentingannya terganggu saat dirinya menduduki Menteri BUMN.

"Memang makin tinggi pohon semakin kencang pula angin yang menerpa. Mungkin, posisi sebagai menteri membuat banyak orang yang kepentingannya terganggu menyerang balik," ujar Tisam.

Oleh karenanya, ia mengajak masyarakat cerdas dalam menyaring informasi. Kritik diperlukan oleh pejabat publik, namun fitnah atau hoaks tidak dapat dibenarkan dalam konteks apapun.

"Fitnah dan hoaks apalagi menyasar ke keluarga dan orang tua dari sang pejabat, adalah tindakan yang tidak manusiawi," tandasnya.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Sekolah Rakyat dan Investasi Penghapusan Kemiskinan Ekstrim

Kamis, 15 Januari 2026 | 22:03

Agenda Danantara Berpotensi Bawa Indonesia Menuju Sentralisme

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:45

JMSI Siap Perkuat Peran Media Daerah Garap Potensi Ekonomi Biru

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:34

PP Himmah Temui Menhut: Para Mafia Hutan Harus Ditindak Tegas!

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:29

Rezim Perdagangan dan Industri Perlu Dirombak

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:15

GMPG Pertanyakan Penanganan Hukum Kasus Pesta Rakyat Garut

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:02

Roy Suryo Ogah Ikuti Langkah Eggi dan Damai Temui Jokowi

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:00

GMNI: Bencana adalah Hasil dari Pilihan Kebijakan

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:42

Pakar Hukum: Korupsi Merusak Demokrasi Hingga Hak Asasi Masyarakat

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:28

DPR Setujui Anggaran 2026 Komnas HAM Rp112 miliar

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:26

Selengkapnya