Berita

KSAL Laksamana Yudo Margono dan Jendral Andika Perkasa/Net

Politik

Diduga Hanya untuk Mengakomodir Yudo Margono, Jamiluddin Ritonga: Wakil Panglima TNI Tak Perlu Ada

SABTU, 13 NOVEMBER 2021 | 22:17 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Wacana untuk mengisi kursi Wakil Panglima TNI menguat, setelah Jenderal Andika Perkasa ditunjuk menjadi Panglima TNI.

Pengisian kursi itu santer dikabarkan untuk mengakomodir KSAL Laksamana Yudo Margono yang tidak terpilih menjadi Panglima TNI.

Pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul Jakarta, Jamiluddin Ritonga memandang tidak logis jika kursi Wakil Panglima TNI semata-mata untuk mengakomodir seseorang.


"Bukan justru karena kebutuhan organisasi," ujar Jamiludin kepada redaksi, Sabtu (13/11).

Jamiludin menilai, jabatan Wakil Penglima TNI yang rumornya bakal diberikan kepada Laksamana Yudo Margono didasarkan pada pertimbangan politik saja.

Dia melihat hal tersebut akan berdampak pada profesionalisme TNI. Karena, Jabatan Wakil Panglima TNI bukan lagi jabatan yang bergengsi untuk ditempati oleh perwira yang menjabat sebagai kepala staf angkatan.

"Lagi pula, secara fungsi administrasi dan komando, fungsi Wakil Panglima TNI itu melekat pada diri kepala staf baik KSAD, KSAL, dan ataupun KSAU yang bertanggung jawab terhadap komando, pengembangan di setiap matra masing-masing," tuturnya.

Maka dari itu, Jamiludin menganggap pemberian jabatan Wakil Penglima TNI sebagai suatu hal yang konyol, apalagi jika diberikan kepada Yudo Margono yang saat ini jenderal bintang empat.

Kalaupun diperlukan jabatan wakil, menurut Jamiludin idealnya diisi TNI berbintang tiga sebagai jabatan promosi mereka untuk dapat ditunjuk langsung oleh Presiden sebagai Penglima TNI selanjutnya, tanpa melalui uji kepatutan dan kelayakan di DPR RI.

"Hanya saja, menurut pendapat saya untuk saat ini mengisi posisi Wapang TNI bukanlah kebutuhan yang mendesak. "Bukankah tanpa Wakil Panglima, selama ini TNI tetap solid?" tuturnya.

Karena itu, lanjut Jamil, wacana mengisi posisi Wakil Penglima TNI, sebaiknya diurungkan karena hanya menjadi beban APBN saja. Apalagi saat ini Indonesia sedang kesulitan anggaran. Selain itu, jika Laksamana Yudo Margono memang layak menjadi Panglima TNI, tentu masih ada gilirannya untuk tahun depan.

Ditambah lagi menurutnya, dasar hukum posisi jabatan Wakil Penglima TNI pada Peraturan Presiden (Perpres) 66/2019 tentang Susunan Organisasi TNI yang dimunculkan oleh Presiden Joko Widodo tidak mengatur secara rinci persyaratan dan mekanisme pengangkatan jabatan itu sebagaimana mekanisme dan persyaratan pengangkatan Panglima TNI dalam UU 34/2004.

"Selain itu, dalam aturan tersebut tidak ada satupun pasal yang menyebutkan bahwa jabatan Wapang TNI harus yang sudah menduduki jabatan Kepada Staf Angkatan. Dengan demikian, posisi Wapang TNI merupakan hak prerogatif Presiden sepenuhnya, dengan mengikuti mekanisme internal TNI dan administrai tata kelola pemerintahan," demikian Jamiludin.

Mengenai jabatan wakil panglima TNI kembali dihidupkan oleh Presiden Joko Widodo melalui Perpres 66/2019 tentang Susunan Organisasi Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Posisi Wakil Panglima TNI sendiri bukanlah jabatan baru. Jabatan ini pernah ada, tetapi dihapuskan oleh presiden keempat Indonesia, Abdurrahman Wahid alias Gus Dur.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

UPDATE

Prabowo Instruksikan Harga Minyak Nonsubsidi Turun Ikuti Harga ICP

Selasa, 04 Agustus 2026 | 17:57

Gerakan Koperasi Kerakyatan Soemitro Didorong Jadi Syarat Seleksi Manajerial KDMP

Selasa, 04 Agustus 2026 | 17:46

Merawat Konstitusi

Selasa, 04 Agustus 2026 | 17:42

DKI-Bali Perkuat Kerja Sama, Obligasi Daerah Jadi Bahasan Utama

Selasa, 04 Agustus 2026 | 17:34

Tak Benar soal Surpres Pergantian Kapolri

Selasa, 04 Agustus 2026 | 17:31

Gagah saat Malak, Mendadak Ingat Anak-Istri Waktu Mau Dipecat

Selasa, 04 Agustus 2026 | 17:25

Harus Ada Langkah Konkret Atasi Kerugian Peternak Ayam Akibat Pemadaman Listrik

Selasa, 04 Agustus 2026 | 17:23

Prabowo Lepas Kepulangan PM Tailan dari Lanud Halim

Selasa, 04 Agustus 2026 | 17:20

Jalur Wisata Bromo Ditutup Total Gegara Kebakaran Hutan di TNBTS

Selasa, 04 Agustus 2026 | 17:11

IHSG Terbang 1,37 Persen ke 6.319

Selasa, 04 Agustus 2026 | 16:44

Selengkapnya