Berita

Ketua DPD RI, AA La Nyalla Mahmud Mattalitti/Repro

Politik

Hutan Papua Disorot NASA, Ketua DPD RI: Seperti Pidato Presiden di KTT, RI Komit Tekan Deforestasi

SABTU, 13 NOVEMBER 2021 | 18:15 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Dokumentasi NASA terkait perbandingan foto satelit kawasan hutan Papua tahun 2001 dan 2019 yang dicatat terjadi deforestasi hingga 750 ribu hektare turut disorot Ketua DPD RI, AA La Nyalla Mahmud Mattalitti.

LaNyalla menegaskan komitmen pemerintah Indonesia untuk menekan laju deforestasi, sekaligus berkontribusi nyata dalam penanganan perubahan iklim.

"Pemerintah Indonesia tidak main-main dalam melakukan penanganan perubahan iklim. Karena hal tersebut bisa berdampak secara global," kata LaNyalla dalam keterangannya, Sabtu (13/11).


Menurutnya, Indonesia terus berusaha menekan laju deforestasi yang nampak dari komitmen pemerintah yang ditegaskan Presiden Joko Widodo di dunia internasional, yakni dalam KTT perubahan iklim (COP26), di Scottish Event Campus, Glasgow, Skotlandia beberapa waktu lalu.

Indonesia, sambung LaNyalla, memiliki potensi alam yang sangat besar bahkan menjadi salah satu paru-paru dunia. Untuk itu, pemerintah Indonesia terus mengambil langkah agar deforestasi bisa dikurangi.

"Buktinya kebakaran hutan bisa berkurang jauh. Dan ini menjadi bukti nyata yang dilakukan pemerintah," tegasnya.

Mantan Ketua Umum PSSI ini menambahkan, perubahan iklim adalah ancaman yang sangat serius untuk kehidupan. Oleh karena itu, pihaknya mengajak semua pihak untuk sama-sama peduli terhadap masalah ini.

"Perubahan iklim harus dicegah. Dan hal itu membutuhkan komitmen dari semua pihak. Kita harus sama-sama menjaga lingkungan," katanya.

Saat berbicara pada KTT Pemimpin Dunia tentang Perubahan Iklim atau COP26, Presiden Joko Widodo menjelaskan laju deforestasi di Indonesia turun signifikan, terendah dalam 20 tahun terakhir. Kebakaran hutan turun 82 persen pada 2020.

Tak hanya itu, Presiden menyebut Indonesia juga telah memulai rehabilitasi hutan mangrove seluas 600.000 hektare sampai 2024, terluas di dunia. Indonesia juga telah merehabilitasi 3 juta lahan kritis antara 2010-2019.

Di sektor energi, Indonesia juga terus melangkah maju dengan pengembangan ekosistem mobil listrik dan pembangunan pembangkit tenaga surya terbesar di Asia Tenggara.

Selain itu, Indonesia juga memanfaatkan energi baru terbarukan, termasuk biofuel, serta pengembangan industri berbasis energi bersih, termasuk pembangunan kawasan industri hijau terbesar di dunia di Kalimantan Utara.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Galang Kekuatan Daerah, Reynaldo Bryan Mantap Maju Jadi Caketum HIPMI

Sabtu, 16 Mei 2026 | 08:13

Anak Muda Akrab dengan Investasi, tapi Tanpa Perencanaan Finansial

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:59

Cuaca Ekstrem di Arab Saudi, DPR Ingatkan Jemaah Haji Waspadai Heatstroke

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:46

Dolar AS Menguat 5 Hari Beruntun Dipicu Lonjakan Minyak dan Efek Perang Iran

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:33

Sindikat Internasional Digrebek, Komisi XIII DPR Minta Pemerintah Serius Berantas Judol!

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:19

STOXX hingga DAX Ambles, Investor Eropa Dibayangi Risiko Inflasi

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:03

Pesanan Hukum terhadap Nadiem Bernilai Luar Biasa

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:44

Volume Sampah di Bogor Melonjak Imbas MBG

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:37

Industri Herbal Diprediksi Berkembang Positif

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:23

Adi Soemarmo Masuk Tiga Besar Embarkasi Haji Tersibuk

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:16

Selengkapnya