Berita

Kepala BPKP, Muhammad Yusuf Ateh saat memberikan CGCAE kepada para peserta APIP yang telah dinyatakan lulus pendidikan dan pelatihan pada Jumat, 12 November/Repro

Politik

Jawab Tantangan e-Goverment, BPKP Tingkatkan Kualitas Pengawasan APIP Lewat CGCAE

SABTU, 13 NOVEMBER 2021 | 14:51 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Pelayanan publik berbasis digital atau e-Goverment menjadi satu tantangan yang dihadapi berbagai instansi pemerintahan, termasuk Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Kepala BPKP, Muhammad Yusuf Ateh mengatakan, pihaknya berupaya meningkatkan kapabilitas dan kompetensi untuk para pimpinan Aparat Pengawas Intern Pemerintah (APIP) atau auditor eksekutif, khususnya yang mungkin tidak memilki latar belakang dan kompetensi pengawasan.

Menurutnya, hal ini dilakukan guna menjawab tantangan zaman yang kini berada dalam perkembangan dunia digital.


Sebagai buktinya, selain karena pelayanan publik dan administrasi yang serba virtual, APIP juga dihadapi angkatan kerja milenial yang dimanjakan oleh dunia digital dan konvergensi risiko.

Maka dari itu, BPKP menggelar pendidikan dan pelatihan yang outputnya diberikan Certification of Government Chief Audit Executive (CGCAE) kepada para peserta yang telah dinyatakan lulus.

"Sertifikasi CGCAE secara khusus dirancang menjadi bagian dari upaya bersama dalam mendorong peningkatan kualitas pelaksanaan pengawasan intern di Indonesia," ujar Ateh dalam keterangan tertulisnya yang diterima redaksi pada Sabtu (13/11).

Ateh menerangkan, semenjak diluncurkan pada tahun 2020 lalu, BPKP telah menyelenggarakan pelatihan CGCAE sebanyak 17 kali dengan total peserta mencapai 351 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 223 peserta atau 63 persen dari total peserta telah berhasil lulus dalam uji kompetensi.

Ateh berpesan kepada Alumni CGCAE untuk meningkatkan peran pengawasan intern pada instansi masing-masing. Sebab kata dia, APIP merupakan motor penggerak dan katalisator yang harus dapat berperan dalam optimalisasi peran APIP di lingkungannya masing-masing.

Dia juga berharap CGCAE ini dapat meningkatkan kapabilitas dan kompentensi Aparat Pengawas Intern Pemerintah (APIP) sebagai salah satu faktor krusial dalam pencegahan korupsi di Kementerian, Lembaga maupun Pemda.

"Sertifikasi CGCAE yang diperoleh bukanlah sekedar tambahan gelar yang disematkan di belakang nama belaka, melainkan terdapat tanggungjawab moral, ilmu, dan kompetensi yang telah didapat untuk meningkatkan peran APIP dalam mengawasi keuangan negara," tuturnya.

Pemberian sertifikat CGCAE, para peserta APIP dilakukan saat mengikuti Seminar bertema "Transformasi Digital, Solusi bagi APIP di Masa Kritis," yang diisi oleh Deputi Kepala BPKP Bidang Investigasi Agustina Arumsari, Direktur Indonesia Malaysia Business Council (IMBC) Dian Rachmawan, dan founder CRMS Indonesia, Antonius Alijoyo, pada Jumat (12/11).

Dalam paparannya, Agustina Arumsari mengamini bahwa disrupsi membawa risiko terhadap efektivitas peran APIP. Selain pelayanan publik dan administrasi yang serba virtual, APIP juga menghadapi angkatan kerja milenial yang dimanjakan oleh dunia digital dan konvergensi risiko.

"ASN virtual menyebabkan akses data lebih terbuka. Media sosial juga jadi faktor pemicu kinerja pemerintah," kata Sari.

Oleh karena itu, dia menyatakan bahwa saat ini dibutuhkan pemimpin APIP yang adaptif, yaitu pemimpin yang berkomitmen pada pembelajaran sepanjang hayat (lifelong learning).

"Hal ini dapat terwujud jika ada data, infrastruktur, dan kompetensi penggunaan teknologi. Kolaborasi, kompetensi, dan teknologi jadi jalan untuk menjadi APIP yang gesit (agile) dan mampu bergerak mengikuti perkembangan zaman," tutup Sari.

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Mantan Relawan: Jokowi Takut Ijazahnya Terungkap di Pengadilan

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:06

Eggi Sudjana Nyetir Mobil Mewah di Malaysia Bukan Hoaks

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:01

Madu Dari Sydney

Sabtu, 17 Januari 2026 | 23:32

Zakat Harus Jadi Bagian Solusi Kebangsaan

Sabtu, 17 Januari 2026 | 23:27

Sudirman Said Dilamar Masuk Partai Gema Bangsa

Sabtu, 17 Januari 2026 | 23:01

Trump Ancam Kenakan Tarif ke Negara yang Tak Sejalan soal Greenland

Sabtu, 17 Januari 2026 | 22:51

Dirut Indonesia Air Transport Klarifikasi Kru Pesawat Bawa Pegawai KKP Hilang Kontak di Maros Bukan Delapan

Sabtu, 17 Januari 2026 | 22:51

KKP Terus Monitor Pencarian Pesawat ATR 42-500 Usai Hilang Kontak

Sabtu, 17 Januari 2026 | 22:09

Ini Identitas dan Pangkat Tiga Pegawai KKP di Pesawat ATR yang Hilang Kontak di Maros

Sabtu, 17 Januari 2026 | 21:48

Klarifikasi Menteri Trenggono, Pesawat ATR Sewaan KKP yang Hilang Kontak di Maros Sedang Misi Pengawasan Udara

Sabtu, 17 Januari 2026 | 21:37

Selengkapnya