Berita

Ketua Komisi II DPR RI, Ahmad Doli Kurnia Tandjung/RMOL

Politik

Ketua Komisi II DPR: Meski Punya Otoritas, KPU Tetap Harus Buka Komunikasi untuk Tentukan Tanggal Pemilu 2024

SABTU, 13 NOVEMBER 2021 | 01:54 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI tetap harus menjalin komunikasi dengan pihak terkait dalam penentuan tanggal pencoblosan Pemilu Serentak 2024. Utamanya dengan pemerintah dan DPR RI.

Ketua Komisi II DPR RI, Ahmad Doli Kurnia Tandjung mengatakan, komunikasi yang sama juga pernah dilakukan saat penentuan tanggal pelaksanaan Pilkada 2020.

"Tidak cukup itu (tanggal pencoblosan Pemilu) ditentukan oleh satu atau dua institusi saja, itu kita buktikan di Pilkada 2020," ujar Doli Kurnia di Kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Jumat (12/11).


Doli mengatakan, dalam Pasal 347 ayat (2) UU 7/2017 tentang Pemilu, KPU RI memang diberikan otoritas menentukan tanggal pencoblosan. Tetapi, mengingat situasi pandemi Covid-19 yang belum sepenuhnya pulih, maka tetap diperlukan komunikasi dengan pihak terkait lainnya.

"Jadi walaupun memang yang punya kewenangan dalam UU itu adalah KPU, tapi karena ini kita hadapi satu hal yang besar, dalam keadaan darurat, membutuhkan kerjasama dengan yang lain," terangnya.

"Makanya waktu keputusan Pilkada 9 Desember 2020 itu, itu kan diputuskan bersama antara pemerintah, DPR, dan KPU, beserta penyelenggara yang lain," sambung Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini.

Terpisah, Wakil Ketua Komisi II DPR RI Luqman Hakim mengatakan, seharusnya KPU tegak lurus pada UU Pemilu untuk segera menentukan tanggal pencoblosan.

Menurutnya, justru menjadi keliru jika KPU RI turut terjebak dengan perdebatan dan ketidakpastikan kapan pencoblosan Pemilu Serentak. Pasalnya, ketidakpastian itu membuat masyarakat curiga ada agenda lain, seperti keinginan menunda pemilu.

Kata legislator Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini, KPU RI seharusnya tidak perlu ragu dan gamang dalam mengambil keputusan itu.

"Karena itu, KPU tidak perlu ragu sedikitpun. Ini semua demi menjaga keberlangsungan kehidupan bangsa dan negara Indonesia," tandasnya.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Iran Tak Terima Dituding Langgar Gencatan Senjata

Sabtu, 27 Juni 2026 | 10:21

Riak Penolakan Jokowi di Lampung, Baliho Sambutan Raib

Sabtu, 27 Juni 2026 | 10:01

Ramai di Medsos, Purbaya Respons Pajak Pencairan JHT BPJS Ketenagakerjaan

Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:59

Ajukan Kasasi, Kerry Riza Anggap Putusan PT DKI Janggal

Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:46

Harga Minyak Anjlok ke Level 71 Dolar AS

Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:39

bank bjb Perluas Kolaborasi dengan Whuush Ojol, Kadin Jabar dan MUJ

Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:38

AS Serang Target Militer Iran, Balas Serangan Drone terhadap Kapal Kargo di Selat Hormuz

Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:21

Emas Antam Naik Usai Mandek Dua Hari Beruntun

Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:09

Trump Sebut Iran Lakukan Pelanggaran Bodoh Terkait Pelanggaran Gencatan Senjata

Sabtu, 27 Juni 2026 | 08:51

Emas Rebound 1,3 Persen usai Data Inflasi AS

Sabtu, 27 Juni 2026 | 08:33

Selengkapnya