Berita

Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan.Net

Nusantara

Pelabuhan jadi Berbasis Digital, Luhut: Akan Banyak Pengangguran Tenaga Kerja Bongkar Muat

JUMAT, 12 NOVEMBER 2021 | 16:05 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Dapat dipastikan bakal menyebabkan banyak pengangguran Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) jika nantinya sistem di pelabuhan berbasis digital.

Demikian disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan saat menjadi narasumber dalam
Bincang Stranas PK bertajuk "Memangkas Waktu dan Biaya di Pelabuhan" yang disiarkan langsung di akun YouTube Stranas PK Official, Kamis siang (11/11).

Luhut mengatakan, pengawasan terhadap implementasi nasional logistik ekosistem yang akan diterapkan tidak hanya di Batam, tetapi diimplementasikan pada 10 pelabuhan utama di Indonesia

Luhut mengatakan, pengawasan terhadap implementasi nasional logistik ekosistem yang akan diterapkan tidak hanya di Batam, tetapi diimplementasikan pada 10 pelabuhan utama di Indonesia

"Itu akan membuat gambar Indonesia menjadi hebat ke depan," ujar Luhut seperti dikutip Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (12/11).

Selain itu kata Luhut, hal lain yang masih perlu dibenahi adalah, tatakelola TKBM. Ke depannya, semua peralatan di pelabuhan akan berbasis digital.

"Sehingga akan banyak pengurangan TKBM, dan selama ini TKBM hanya disediakan oleh koperasi," kata Luhut.

Sehingga, demi spirit untuk meningkatkan pelayanan persalinan yang sehat kata Luhut, perlu dibentuk lebih dari satu penyedia jasa TKBM bagi pelabuhan.

"Sehingga dapat dicapai efisiensi yang lebih baik. Kemenko Marvest, (Kementerian) Perhubungan, Kemenaker, Kementerian Koperasi serta KPK, sedang menyusun regulasi pembenahan tatakelola TKBM tersebut. Bagi tenaga kerja yang tidak memenuhi kualifikasi, nantinya akan ditampung untuk dialihkan untuk pekerjaan sesuai dengan kemampuannya," pungkas Luhut.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya