Berita

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Ujang Komarudin/Net

Politik

Elektabilitas Kandidat Pilpres Masih Dinamis, Ujang Komarudin: Ujungnya Tergantung Niat

JUMAT, 12 NOVEMBER 2021 | 00:57 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Ada dua fenomena yang bisa dilihat dari para calon yang akan maju dalam Pemilihan Presiden 2024 mendatang. Keduanya sama-sama berupaya untuk mendapatkan dukungan dari partai politik untuk bisa melenggang sebagai kandidat.

“Pertama ada yang punya tiket, tapi kurang sehat. Kurang sehat itu elektabilitasnya masih di bawah. Tapi ada juga yang tidak punya tiket tapi ia sehat. Ia enggak punya perahu, enggak punya partai, tapi elektabilitas di tengah dan ke atas. Nah ini kan ada dua pola saya lihat,” ucap pengamat politik Ujang Komarudin  kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (11/11).

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) ini menuturkan, dua fenomena ini akan membuat banyak calon saling mengintip, saling mencari mana yang cocok. Baik yang punya tiket minim elektabilitas, atau yang ada elektabilitas tapi tak punya partai.


"Ini akan kompromi. Ujungnya, saya melihat tergantung dari niat. Elektabilitas dari calon-calon itu, sekarang kan belum bisa mengukur nih karena masih di bawah 30 persen, kita belum bisa mengukur tingkat kemenangan. Kalkulasi cawapresnya siapa, koalisi yang dibentuk partainya siapa, itu belum (terlihat),” tuturnya.

Dia berpendapat saat ini pertarungan calon presiden masih terlalu dini untuk diperbincangkan, terlebih elektabilitas para calon presiden masih naik turun atau flukutatif.

"Karena belum bisa dihitung, kita bisa menghitung tingkat kemenangan itu di angka elektabilitas 70 persen atau 69 persen ke atas. Kalau sekarang masih dinamis. Nanti masih ada yang stagnan, ada yang turun, ada yang naik elektabilitasnya karena belum di atas 30 persen,” demikian Ujang Komarudin.

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Mantan Relawan: Jokowi Takut Ijazahnya Terungkap di Pengadilan

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:06

Eggi Sudjana Nyetir Mobil Mewah di Malaysia Bukan Hoaks

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:01

Madu Dari Sydney

Sabtu, 17 Januari 2026 | 23:32

Zakat Harus Jadi Bagian Solusi Kebangsaan

Sabtu, 17 Januari 2026 | 23:27

Sudirman Said Dilamar Masuk Partai Gema Bangsa

Sabtu, 17 Januari 2026 | 23:01

Trump Ancam Kenakan Tarif ke Negara yang Tak Sejalan soal Greenland

Sabtu, 17 Januari 2026 | 22:51

Dirut Indonesia Air Transport Klarifikasi Kru Pesawat Bawa Pegawai KKP Hilang Kontak di Maros Bukan Delapan

Sabtu, 17 Januari 2026 | 22:51

KKP Terus Monitor Pencarian Pesawat ATR 42-500 Usai Hilang Kontak

Sabtu, 17 Januari 2026 | 22:09

Ini Identitas dan Pangkat Tiga Pegawai KKP di Pesawat ATR yang Hilang Kontak di Maros

Sabtu, 17 Januari 2026 | 21:48

Klarifikasi Menteri Trenggono, Pesawat ATR Sewaan KKP yang Hilang Kontak di Maros Sedang Misi Pengawasan Udara

Sabtu, 17 Januari 2026 | 21:37

Selengkapnya