Berita

Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo,

Politik

Apresiasi Tim Covid-19 dan KCP PEN, Bamsoet: Perekonomian Alami Perbaikan yang Sangat Signifikan

KAMIS, 11 NOVEMBER 2021 | 23:57 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Sistem perekonomian di Indonesia merupakan ekonomi Pancasila, yakni pengolahan ekonomi negara yang bersumber pada nilai-nilai Pancasila yang mengedepankan nilai-nilai religius, humanis, nasionalis, demokratis, dan keadilan sosial.

Hal itu disampaikan Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo, dalam acara Seminar Nasional bekerjasama dengan Universitas Kristen Indonesia (UKI), yang diselenggarakan di ruang delegasi MPR RI, Komplek Parlemen, Senayan, Kamis (11/11).

"Berangkat dari pemikiran tersebut strategi pemulihan perekonomian nasional harus mampu meningkatkan ekonomi sektor riil, memberikan kemudahan permodalan dan stimulus bagi pertumbuhan iklim dunia usaha secara adil, baik bagi pelaku usaha kecil maupun besar,” kata Bamsoet.


Menurutnya, salah satu ancaman besar perpecahan sebuah negara adalah stabilitas ekonomi. Oleh karena itu, Bamsoet menekankan bahwa saat ini penting dilakukan berbagai cara untuk memulihkan ekonomi nasional.

"Dalam kaitan ini, patut mengapresiasi kebijakan pemerintah dalam membentuk komite penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional, mengingat pesan ekonomi dan kesehatan tidak dapat dipisahkan dengan penanganan Covid-19 dan kita mensyukuri bahwa saat ini kondisi perekonomian mengalami perbaikan yang sangat signifikan,” paparnya.

Politikus Partai Golkar ini berpendapat, dalam sejarah dunia, pandemi akan memberikan berbagai dampak bagi rakyat. Negara akan melewati masa-masa kritis dan hal itu termaktub dalam sejarah pandemi Covid-19.

Dia lalu mengurai empat tahapan yang akan dihadapi sebuah negara dalam menghadapi situasi kritis saat ini.

“Yang pertama adalah krisis kesehatan, kita sudah hampir melewati ini dan berhasil mengatasinya. Kedua, dampak yang termasuk pada krisis ekonomi. Kita juga hampir selesai mengatasi ini, karena jika tidak akan masuk pada krisis sosial dan berujung pada krisis politik," bebernya.

"Dua hal terakhir ini yang harus kita hindari, karena kita tidak ingin bangsa ini kemudian morat-marit kan jadinya akibat krisis politik,” tutup Bamsoet.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

UPDATE

Wall Street Hijau di Tengah Harapan Meredanya Konflik AS-Iran

Selasa, 04 Agustus 2026 | 08:23

Di Balik Sensor Istana: Diksi Nuklir Prabowo dan Bantahan Kilat Teheran

Selasa, 04 Agustus 2026 | 08:10

Pelatih Vietnam Bongkar Rahasia Usai Permalukan Indonesia 3-0

Selasa, 04 Agustus 2026 | 08:04

Tanggapi MK, Menkeu Pastikan Anggaran MBG Tidak Mengganggu APBN

Selasa, 04 Agustus 2026 | 07:47

Menhaj Lantik 6 Pejabat Kemenhaj untuk Perkuat Pelayanan Haji dan Umrah

Selasa, 04 Agustus 2026 | 07:46

Bunga Pinjaman Turun, Bulog Hemat hingga Rp1,07 Triliun per Tahun

Selasa, 04 Agustus 2026 | 07:35

Pasar Logam Mulia Tertekan, Emas Masih Berkutat di 4.000 Dolar AS

Selasa, 04 Agustus 2026 | 07:18

Bursa Eropa Cetak Rekor, DAX 40 Tembus 26.000 Poin

Selasa, 04 Agustus 2026 | 07:07

Sekolah Nasional Terintegrasi: Tantangan Pendidikan dan Implementasi Rekonstruksi

Selasa, 04 Agustus 2026 | 06:46

BGN Anggap Putusan MK Justru Perkuat Program MBG

Selasa, 04 Agustus 2026 | 06:27

Selengkapnya