Berita

Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Nurdin Halid (ketiga dari kiri) saat menjadi pembicara/RMOL

Politik

Nurdin Halid: Munculnya Relawan Positif untuk Dapatkan Pemimpin Sesuai Harapan Rakyat

KAMIS, 11 NOVEMBER 2021 | 21:50 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Wakil Ketua Umum Partai Golkar Nurdin Halid menyampaikan fenomena muunculnya relawan untuk calon presiden atau calon kepala daerah merupakan hal yang positif.

Kata Nurdin, kemunculan relawan tidak perlu dipertanyakan atau dijadikan bahan perdebatan di tengah masyarakat. Sebab, relawan merupakan ekspresi selera masyrakat terhadap tokoh atau calon tertentu.

Menurutnya, relawan merupakan bagian dari masyarakat yang menginginkan atau mendambakan sosok pemimpin pilihan mereka sendiri dalam memimpin bangsa.


“Relawan Capres adalah gerakan rakyat atau gerakan sosial dari akar rumput yang tentu mereka ingin ingin mendapatkan pemimpin yang sah, pemimpin yang sesuai dengan harapan mereka” ucap Nurdin alam diskusi Dialektika Demokrasi dengan tema Fenomena Kemunculan Relawan Capres Sejak Dini: Siapa Punya Ambisi, Gedung Nusantara III, Komplek Parlemen, Senayan, Kamsi (11/11).

Nurdin mengurai ada tiga manfaat relawan dalam dunia politik tanah air. Pertama membranding tokoh yang dikendaki. Kedua, manfaatnya secara dini untuk menekan politik identitas.

"Ketiga, relawan ini akan menjadi pengawas informal terhadap pemimpin yang terpilih. Jadi pandangan saya ada tiga manfaat,” katanya.

Dia menambahkan, munculnya para relawan Capres cawapres untuk 2024 mendatang saat ini, dianggapnya tidak terlalu dini.

"Apakah ini terlalu dini atau terlalu cepat itu adalah tergantung pada pilihan strategis, berkaitan dengan kepentingan politik yang dikehendaki terhadap tokoh yang dijagokan,” ucapnya.

Munculnya relawan saat ini, kata Nurdin, dianggapnya sebagai langkah yang positif dalam membentuk demokrasi Indonesia yang lebih baik dalam menentukan calon pemimpin negara maupun daerah.

"Munculnya relawan secara dini adalah sebuah fenomena demokrasi yang positif, kenapa, karena itu akan bisa menjadi mesin pemanas untuk demokrasi bergerak secara dinamis,” tutupnya.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

UPDATE

Wall Street Hijau di Tengah Harapan Meredanya Konflik AS-Iran

Selasa, 04 Agustus 2026 | 08:23

Di Balik Sensor Istana: Diksi Nuklir Prabowo dan Bantahan Kilat Teheran

Selasa, 04 Agustus 2026 | 08:10

Pelatih Vietnam Bongkar Rahasia Usai Permalukan Indonesia 3-0

Selasa, 04 Agustus 2026 | 08:04

Tanggapi MK, Menkeu Pastikan Anggaran MBG Tidak Mengganggu APBN

Selasa, 04 Agustus 2026 | 07:47

Menhaj Lantik 6 Pejabat Kemenhaj untuk Perkuat Pelayanan Haji dan Umrah

Selasa, 04 Agustus 2026 | 07:46

Bunga Pinjaman Turun, Bulog Hemat hingga Rp1,07 Triliun per Tahun

Selasa, 04 Agustus 2026 | 07:35

Pasar Logam Mulia Tertekan, Emas Masih Berkutat di 4.000 Dolar AS

Selasa, 04 Agustus 2026 | 07:18

Bursa Eropa Cetak Rekor, DAX 40 Tembus 26.000 Poin

Selasa, 04 Agustus 2026 | 07:07

Sekolah Nasional Terintegrasi: Tantangan Pendidikan dan Implementasi Rekonstruksi

Selasa, 04 Agustus 2026 | 06:46

BGN Anggap Putusan MK Justru Perkuat Program MBG

Selasa, 04 Agustus 2026 | 06:27

Selengkapnya