Berita

Wakil Ketua MPR RI Ahmad Muzani/RMOL

Politik

Ahmad Muzani: Pancasila Bukan Hanya Milik Penguasa, tapi Milik Rakyat Indonesia

KAMIS, 11 NOVEMBER 2021 | 20:53 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Pancasila bukan hanya milik penguasa, bukan juga milik golongan tertentu. Sehingga, menjadi penting bagi seluruh rakyat Indonesia mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam berkehidupan sehari-hari.

Begitu kata Wakil Ketua MPR RI Ahmad Muzani saat menghadiri sosialisasi empat pilar di AQL Islamic School Jonggol, Jawa Barat, Kamis (11/10).

Dalam kegiatan ini, turut hadir pendakwah Ustaz Bachtiar Nasir selaku pendiri sekaligus pimpinan AQL Islamic School dan juga anggota DPR RI Fraksi Gerindra Mulyadi.


"Setiap orang Indonesia pada dasarnya menerima Pancasila. Sejatinya kita adalah Pancasilais. Perbedaannya lebih pada cara mengamalkan Pancasila itu adalah hal wajar dalam menafsirkan sebuah ideologi," kata Ahmad Muzani.

"Sebagaimana juga penafsiran ajaran agama yang sering kali berbeda. Namun, apa karena itu kita tidak bersatu?" sambungnya.
 
Kehidupan di Indonesia, kata Sekretaris Jenderal Partai Gerindra ini sangat dinamis. Ada yang menginginkan semangat dan nilai moral agama dijadikan sebagai nilai pengamalan kehidupan bernegara. Tapi ada juga yang menginginkan nilai moral agama diformalkan dalam konstitusi negara.

"Perdebatan itu dari dulu sampai sekarang tidak selesai, namun masalahnya bagaimana pandangan berbeda tetap dalam koridor Pancasila. Yang menjadi tugas kita semua termasuk penyelenggara negara agar perbedaan itu dikembalikan kepada cita-cita pendiri bangsa," tuturnya.

Muzani pun meminta agar generasi muda termasuk para santri AQL Islamic School belajar dari peristiwa Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928.

Suatu momen saat para pemuda yang datang mewakili berbagai kesulatanan di nusantara, mampu berikrar mendirikan negara Indonesia dengan satu nusa, satu bangsa, satu bahasa yakni Indonesia.

"Apa artinya itu semua? para pemuda sudah menatap Indoensia ke depan dan visioner mereka luar biasa. Bahasa yang disepakati berasal dari rumpun melayu. Bukan bahasa Jawa yang merupakan bahasa mayoritas. Orang Jawa juga rela bahasanya tidak digunakan sebagai bahasa persatuan dan dengan kerelaan itulah yang berujung pada persatuan," katanya.

"Demikian juga dengan kerelaan para pemimpin bangsa yang sejak awal menginginkan Islam sebagai dasar negara, akhirnya komprominya pada Pancasila sebagai dasar negara," sambungnya.

Sementara Ustaz Bachtiar Nasir mengatakan, acara sosialisasi empat pilar MPR RI, membuktikan bahwa santri dan AQL Islamic School cita-citanya adalah menjadikan Indonesia sebagai negara yang memiliki basis dan kecerdasan dalam dakwah Islam yang damai dan bersatu dalam negara Indonesia.

"Inilah jawaban saya yang sering dituduh HTI, radikal, dan intoleran. Cita-cita Indonesia menjadi negara yang satu, damai semakin yakin saya suatu hari nanti kita bisa memimpin dunia dengan bekal sebagai negara muslim terbesar di dunia ikut membangun peradaban," demikian Bachtiar.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

UPDATE

Wall Street Hijau di Tengah Harapan Meredanya Konflik AS-Iran

Selasa, 04 Agustus 2026 | 08:23

Di Balik Sensor Istana: Diksi Nuklir Prabowo dan Bantahan Kilat Teheran

Selasa, 04 Agustus 2026 | 08:10

Pelatih Vietnam Bongkar Rahasia Usai Permalukan Indonesia 3-0

Selasa, 04 Agustus 2026 | 08:04

Tanggapi MK, Menkeu Pastikan Anggaran MBG Tidak Mengganggu APBN

Selasa, 04 Agustus 2026 | 07:47

Menhaj Lantik 6 Pejabat Kemenhaj untuk Perkuat Pelayanan Haji dan Umrah

Selasa, 04 Agustus 2026 | 07:46

Bunga Pinjaman Turun, Bulog Hemat hingga Rp1,07 Triliun per Tahun

Selasa, 04 Agustus 2026 | 07:35

Pasar Logam Mulia Tertekan, Emas Masih Berkutat di 4.000 Dolar AS

Selasa, 04 Agustus 2026 | 07:18

Bursa Eropa Cetak Rekor, DAX 40 Tembus 26.000 Poin

Selasa, 04 Agustus 2026 | 07:07

Sekolah Nasional Terintegrasi: Tantangan Pendidikan dan Implementasi Rekonstruksi

Selasa, 04 Agustus 2026 | 06:46

BGN Anggap Putusan MK Justru Perkuat Program MBG

Selasa, 04 Agustus 2026 | 06:27

Selengkapnya