Berita

Anggota DPR RI dari Fraksi PKB, Yanuar Prihatin/Net

Politik

Yanuar Prihatin: Posisi Relawan Jadi Aktor Penting di Tengah Ongkos Politik yang Mahal

KAMIS, 11 NOVEMBER 2021 | 15:51 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Posisi relawan sangat penting dalam proses kontestasi pemilihan umum, baik itu pilkada, pilgub maupun pilpres. Hal ini untuk mendorong para calon menduduki posisi strategis dalam pertarungan pemilu.

Begitu dikatakan anggota DPR RI dari Fraksi PKB, Yanuar Prihatin dalam diskusi bertema "Fenomena Kemunculan Relawan Capres Sejak Dini: Siapa Punya Ambisi" di Gedung Nusantara III, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamsi (11/11).

Secara historis di dunia perpolitikan Indonesia, kata dia, proses pemilihan umum tidak ada yang unik dan aneh tentang positioning realawan.


“Tapi saya ingin sampaikan, posisi relawan menjadi sangat penting ketika kita melihat demokrasi kita ini biayanya sangat mahal,” ucap Yanuar.

Biaya politik baik di tahap pilpres maupun di pemilihan kepala daerah sekalipun membutuhkan biaya yang tidak murah.

"Pertanyaaanya dalam situasi semacam ini, apa salah satu exit clausul, jalan keluar yang bisa meringankan soal ini?” imbuhnya.

Pihaknya melihat, posisi relawan dalam kontestasi pemilu menarik, karena konsepsi relawan dibentuk dari tingkat masyarakat.

"Jadi inisiasinya, proses politiknya dibangun atas dasar kesadaran bersama. Dibangun atas dasar partisipasi kolektif yang mengandaikan kesukarelaan, kemudian networking, juga kerja-kerja kolektif yang berbasis kepada persamaan kepentingan,” katanya.

Namun lebih dari itu, ada kesamaan kebiasaan bahkan kultural hingga membuat konstruksi relawan dalam perpolitikan tanah air mengambil bagian di luar kerangka formal politik oleh tim sukses partai.

“Saya mengapresiasi posisi relawan sangat penting sebagai bagian dari mendinamisir demokrasi, mengakselerasi partisipasi-partisipasi yang jauh lebih berkualitas dan memberikan efek pengurangan cost politik yang luar biasa,” tutupnya.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

UPDATE

Wall Street Hijau di Tengah Harapan Meredanya Konflik AS-Iran

Selasa, 04 Agustus 2026 | 08:23

Di Balik Sensor Istana: Diksi Nuklir Prabowo dan Bantahan Kilat Teheran

Selasa, 04 Agustus 2026 | 08:10

Pelatih Vietnam Bongkar Rahasia Usai Permalukan Indonesia 3-0

Selasa, 04 Agustus 2026 | 08:04

Tanggapi MK, Menkeu Pastikan Anggaran MBG Tidak Mengganggu APBN

Selasa, 04 Agustus 2026 | 07:47

Menhaj Lantik 6 Pejabat Kemenhaj untuk Perkuat Pelayanan Haji dan Umrah

Selasa, 04 Agustus 2026 | 07:46

Bunga Pinjaman Turun, Bulog Hemat hingga Rp1,07 Triliun per Tahun

Selasa, 04 Agustus 2026 | 07:35

Pasar Logam Mulia Tertekan, Emas Masih Berkutat di 4.000 Dolar AS

Selasa, 04 Agustus 2026 | 07:18

Bursa Eropa Cetak Rekor, DAX 40 Tembus 26.000 Poin

Selasa, 04 Agustus 2026 | 07:07

Sekolah Nasional Terintegrasi: Tantangan Pendidikan dan Implementasi Rekonstruksi

Selasa, 04 Agustus 2026 | 06:46

BGN Anggap Putusan MK Justru Perkuat Program MBG

Selasa, 04 Agustus 2026 | 06:27

Selengkapnya