Berita

Wakil Sekretaris Internal DPD PDIP Jabar, Yunandar Rukhiadi Eka Perwira/RMOLJabar

Politik

Spanduk Ganjar Pranowo Bermunculan di Kota Bandung, Begini Penjelasan PDIP Jabar

KAMIS, 11 NOVEMBER 2021 | 04:20 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Dukungan terhadap Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, untuk
mengikuti kontestasi di Pilpres 2024 ternyata telah merambah ke wilayah Jawa Barat. Indikasinya adalah ditemukan dua spanduk di Kota Bandung yang berisikan dukungan kepada Ganjar untuk maju sebagai Capres 2024.
Merespons hal tersebut, Wakil Sekretaris Internal DPD PDIP Jabar, Yunandar Rukhiadi Eka Perwira memaparkan, pihaknya telah menerima instruksi bahwa hingga saat ini PDIP belum memiliki calon resmi yang akan diusung sebagai Capres.

"Kalaupun ada itu (spanduk dukungan untuk Ganjar) bukan dari DPD PDIP Jabar. Kalau masyarakat yang melakukannya kami tidak bisa melarang. Pada intinya (capres) memang sama sekali belum dibahas," paparnya saat dihubungi Kantor Berita RMOLJabar, Rabu (10/11).


Menurutnya, demokrasi di era saat ini telah terkena dampak globalisasi. Ditambah adanya media sosial yang memudahkan informasi berpindah dari satu wilayah ke wilayah lainnya, termasuk terkait popularitas calon-calon yang akan maju sebagai Capres.

Di samping itu, imbuh Yunandar, PDIP akan melakukan Rakernas di Jakarta pada Desember mendatang. Akan tetapi, dirinya belum mengetahui apakah dalam Rakernas tersebut akan dibahas terkait pencalonan presiden atau tidak.

"Mungkin dari sana kami bisa bersikap seperti apa sesungguhnya terkait dengan Capres yang sudah marak. Memang tidak hanya Pak Ganjar, banyak juga yang lain-lain yang memang sudah melakukan penjajakan," tuturnya.

Ia menilai penjajakan yang saat ini lakukan oleh tokoh yang ingin menjadi presiden merupakan hal yang wajar. Pasalnya, Pilpres secara langsung menuntut dukungan yang banyak dengan wilayah Indonesia yang sangat luas.

"Tidak mungkin dilakukan hanya dalam beberapa bulan. Jadi persiapan siapa pun yang akan menjadi Capres itu harus dilakukan jauh-jauh hari," lanjutnya.

Dengan demikian, Yunandar menegaskan, PDIP belum menentukan Capres yang akan mereka usung. Dan guna menghindari konflik internal terdapat larangan secara kelembagaan tidak boleh mendukung salah satu calon yang mana pun, tetapi secara perorangan mungkin tidak bisa dilarang.

"Ini yang penting sekali karena untuk menjaga kesolidan di antara pengurus dan kader partai," tandasnya.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Sejarah Baru! Hattrick Perdana Messi Bawa Argentina Libas Aljazair dan Samai Rekor Klose

Rabu, 17 Juni 2026 | 10:15

KPK Buka Peluang Kembangkan Penyidikan Kasus Bea Cukai yang Seret Nama Djaka Budi Utama

Rabu, 17 Juni 2026 | 10:01

Reog Sekolah Rakyat Ponorogo Raih Penghargaan di Ajang Piala Presiden

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:34

Pemerintah Hentikan Sementara MBG Selama Libur Sekolah

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:32

Mahfud MD Nilai Dadan Hindayana Layak Dihukum Mati Jika Terbukti Korupsi

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:23

Harga Minyak Brent Kembali ke Level 78 Dolar AS

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:19

Harta Wamenko Pangan Hanif Faisol Tembus Rp8,9 Miliar, Naik Tajam Sejak 2022

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:04

Bursa Asia Dibuka Merah, Kospi Pimpin Penurunan

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:52

Bayan Resources Siap Tebar Dividen Rp 8,96 Triliun dari Laba Buku 2025

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:40

Wall Street Variatif, Dow Jones Terbang Tinggi

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:23

Selengkapnya