Berita

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri/Net

Politik

Gelar Maulid di KPK, Firli Bahuri: Nabi Muhammad Juga Membenci dan Menghukum Orang yang Berani Korupsi

RABU, 10 NOVEMBER 2021 | 15:21 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Perilaku koruptif tidak hanya dibenci oleh umat manusia saat ini. Nabi Muhammad SAW bahkan juga menghukum dan melaknat orang-orangyang berani melakukan korupsi.

Begitu kata Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri saat memberikan sambutan di acara Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1443 Hijriah yang digelar oleh Rohani Islam di Masjid Al-Ikhlas Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada Kav 4, Setiabudi, Jakarta Selatan, Rabu siang (10/11).

Di awal sambutannya ini, Firli menyampaikan permohonan maaf karena acara perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun ini baru dilaksanakan KPK pada hari ini.


"Meski demikian, kita laksanakan acara ini secara sederhana dan tentu berbeda dengan beberapa di tempat yang lain. Tetapi saya yakin, walaupun pelaksanaannya berbeda, tidak pernah mengurangi hikmat dari peringatan Hari Besar Lahir Nabi besar kita Nabi Agung Muhammad SAW yang merupakan panutan, tuntunan dan mudah-mudahan kita semua akan meneladani beliau, dan kita salah satu termasuk pewaris dari beliau," ujar Firli seperti dikutip Kantor Berita Politik RMOL, Rabu siang (10/11).

Dia mengingatkan bahwa Nabi Muhammad SAW diutus ke dunia untuk menjadi rahmat bagi seluruh alam dan rahmat tersebut diharapkan ummat manusia.

"Marilah kita manfaatkan acara ini sebagai introspeksi bagi diri kita sendiri dan kita berikan makna bagaimana sesungguhnya peran kita selaku insan KPK dalam melaksanakan tugas-tugasnya juga tidak meninggalkan suri tauladan Nabi Muhammad SAW," kata sambung jenderal bintang 3 tersebut.

Adanya KPK kata Firli, dalam rangka memerangi dan memusnahkan musuh seluruh rakyat Indonesia, seluruh umat manusia di manapun berada.

"Karena sesungguhnya korupsi adalah penyebabnya dari keinginan dan keserakahan individu. Sikap sifat tamak dan rakus itu lah yang menyebabkan terus tumbuhnya penyakit-penyakit korupsi," terang Firli.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW diselenggarakan harus dijadikan semangat bagi insan KPK untuk terus melakukan pemberantasan korupsi.

"Saya ingin sedikit mengambil gambaran, apabila kita berbicara dengan penanganan korupsi, maka sesungguhnya sikap Nabi besar kita, Muhammad SAW juga sangat menentang terjadinya korupsi," jelas Firli.

Dalam catatan yang dibaca, Firli yakin Nabi Muhammad SAW sangat membenci bahkan menghukum dan melaknat orang-orang yang berani melakukan korupsi atau menunjukkan perilaku-perilaku koruptif pada saat itu.

"Ini lah yang bisa sangat bisa kita teladani sebagai insan KPK," kata Firli.

Firli lantas menyampaikan suatu cerita dalam sebuah kisah. Di mana, dikisahkan bahwa Nabi Muhammad SAW yang baru saja memenangkan pertempuran Khaibar saat itu, enggan mensholatkan jenazah tentara yang ikut perang dengan Nabi Muhammad SAW.

"Meski kita heran, banyak sahabat bertanya, kenapa? Beberapa sahabat yang melihat jelas raut muka kekecewaan di bawah wajah nabi besar kita, sigap berperan layaknya penyidik, penyelidik, penuntut umum di KPK yang melakukan tangkap tangan, menemukan Kharazan semacam perhiasan manik-manik khas Yahudi seharga dua dirham pada jasad tentara tersebut. 'Sungguh saudara kalian ini telah menggelapkan harta rampasan perang di jalan Allah SWT' sabda Rasulullah," terangnya.

Dari kisah tersebut kata Firli, umat manusia terkhusus insan KPK hanya sebagai penerus untuk memberantas korupsi.

"Belajar dari kisah tersebut, tentu kita sama-sama berjuang dengan segenap elemen bangsa untuk tidak pernah lelah, tidak pernah pasrah dalam bekerja, berkarya untuk bangsa kita Indonesia. Kita juga terus menebah diri, menyiapkan diri kita mengabdi untuk negeri dengan satu mimpi dan tujuan supaya Indonesia betul-betul bebas dari korupsi," pungkas Firli.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

UPDATE

Wall Street Hijau di Tengah Harapan Meredanya Konflik AS-Iran

Selasa, 04 Agustus 2026 | 08:23

Di Balik Sensor Istana: Diksi Nuklir Prabowo dan Bantahan Kilat Teheran

Selasa, 04 Agustus 2026 | 08:10

Pelatih Vietnam Bongkar Rahasia Usai Permalukan Indonesia 3-0

Selasa, 04 Agustus 2026 | 08:04

Tanggapi MK, Menkeu Pastikan Anggaran MBG Tidak Mengganggu APBN

Selasa, 04 Agustus 2026 | 07:47

Menhaj Lantik 6 Pejabat Kemenhaj untuk Perkuat Pelayanan Haji dan Umrah

Selasa, 04 Agustus 2026 | 07:46

Bunga Pinjaman Turun, Bulog Hemat hingga Rp1,07 Triliun per Tahun

Selasa, 04 Agustus 2026 | 07:35

Pasar Logam Mulia Tertekan, Emas Masih Berkutat di 4.000 Dolar AS

Selasa, 04 Agustus 2026 | 07:18

Bursa Eropa Cetak Rekor, DAX 40 Tembus 26.000 Poin

Selasa, 04 Agustus 2026 | 07:07

Sekolah Nasional Terintegrasi: Tantangan Pendidikan dan Implementasi Rekonstruksi

Selasa, 04 Agustus 2026 | 06:46

BGN Anggap Putusan MK Justru Perkuat Program MBG

Selasa, 04 Agustus 2026 | 06:27

Selengkapnya