Berita

Anggota Komisi VI DPR RI Intan Fauzi/Net

Politik

Utang Garuda Tembus Rp 140 triliun, Intan Fauzi Minta Pemerintah Pikirkan Libatkan Penengah

RABU, 10 NOVEMBER 2021 | 15:10 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Perlu langkah taktis untuk menyelamatkan eksistensi maskapai penerbangan Garuda Indonesia yang terancam pailit karena kondisi utang yang kian membengkak.

Berdasarkan laporan Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) II Kartika Wirjoatmodjo, utang PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk telah menembus 9,8 juta dolar AS atau nyaris setara dengan Rp 140 triliun (asumsi kurs Rp 14.247).

Dikatakan Anggota Komisi VI DPR RI Intan Fauzi, selain utang yang terlampau tinggi, nilai ekuitas Garuda Indonesia juga tercatat negatif.


"Sekarang utang Garuda setiap bulannya terus bertambah, membengkak karena memang sudah besar, ditambah lagi ekuitas sudah minus Rp 40 triliun," kata Intan Fauzi kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (10/11).

Meski begitu, Intan Fauzi mengakui, sudah ada upaya yang dilakukan Direksi Garuda Indonesia. Yakni, melalui jalur Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat terkait adanya permohonan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) pada debitur.

"Garuda juga juga sudah mengupayakan yang terbaik kemudian dengan pengacara dan kita harapkan ada solusi artinya disepakati artinya ada perdamaian antara debitur dan kreditur di proses pengadilan homolograsi PKPU ini," terangnya.

Jika pengadilan juga gagal menghadirkan solusi, lanjut legislator PAN ini, maka perlu dipikirkan jalan lain untuk menyelamatkan Garuda Indonesia. Salah satunya adalah melibatkan pihak ketiga sebagai penengah.

"Kalau itu (PKPU) belum cukup, artinya harus ada upaya-upaya lain, misalnya dengan pihak ketiga dan sebagainya," pungkasnya.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

JK Bukan Pelaku Penista Agama

Rabu, 22 April 2026 | 04:11

Gaya Koruptor Sorong Beda dengan Indonesia Barat

Rabu, 22 April 2026 | 03:37

GoSend Rilis Fitur Kode Terima Paket

Rabu, 22 April 2026 | 03:13

Disita Aset Rp2 Miliar dari Safe Deposit Box Pejabat Bea Cukai

Rabu, 22 April 2026 | 03:00

Rano Tekankan Integritas CPNS Menuju Jakarta Kota Global

Rabu, 22 April 2026 | 02:24

Pegawai BUMN Dituntut Tangkal Narasi Negatif terhadap Pemerintah

Rabu, 22 April 2026 | 02:09

Ibrahim Arief Merasa Jadi Kambing Hitam Kasus Chromebook

Rabu, 22 April 2026 | 02:00

Keluarga Nadiem Adukan Dugaan Kejanggalan Kasus Chromebook ke DPR

Rabu, 22 April 2026 | 01:22

Fahira Idris: Perempuan Jadi Tumpuan Indonesia Maju 2045

Rabu, 22 April 2026 | 01:07

Dony Oskaria: Swasembada Pangan Nyata Bukan Hoaks

Rabu, 22 April 2026 | 01:03

Selengkapnya