Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Ketika AS Mulai Membuka Perjalanan Internasionalnya, Eropa Malah Kembali Menjadi Episentrum Pandemi

SELASA, 09 NOVEMBER 2021 | 15:47 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Setelah 20 bulan memberlakukan pelarangan perjalanan wisata, kini Amerika Serikat dapat membuka kembali perbatasannya untuk para pelancong internasional.

Pelancong yang divaksinasi penuh dari 33 negara, termasuk Inggris dan sebagian besar Eropa, sekarang dapat memasuki AS tanpa perlu dikarantina, asalkan mereka memiliki bukti vaksinasi dan tes virus negatif.
Pembukaan yang dilakukan AS membawa kebahagiaan bagi keluarga dan teman yang terpisah sejak awal pandemi. Mereka berbondong-bondong ke bandara di Eropa untuk melakukan perjalanan ke AS sejak Senin pagi (8/11), menurut laporan AFP.

Mereka nampak bersemangat untuk bertemu lagi dengan orang yang dicintai sejak mantan Presiden Donald Trump memberlakukan pembatasan perjalanan yang ketat pada awal pandemi.

Mereka nampak bersemangat untuk bertemu lagi dengan orang yang dicintai sejak mantan Presiden Donald Trump memberlakukan pembatasan perjalanan yang ketat pada awal pandemi.
Namun, pembukaan yang dilakukan AS ternyata bersamaan dengan melonjaknya kembali kasus Covid-19 di Eropa, yang membuat benua itu kembali berada dalam 'lingkaran waspada'.

Saat ini, Eropa berada dalam cengkeraman gelombang baru kasus virus corona. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada pekan lalu memperingatkan bahwa Eropa telah kembali berada dalam lingkaran episentrum pandemi.

Negara-negara di Eropa sedang berjuang untuk mengalahkan lonjakan varian Delta, tak lama setelah pelonggaran pembatasan. Dengan program vaksin yang tersendat-sendat di beberapa negara, WHO memperingatkan bahwa setengah juta orang Eropa dapat meninggal karena Covid-19 di musim dingin yang berpotensi menghancurkan.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Roy Suryo: Gibran Copy Paste Jokowi Bahkan Lebih Parah

Kamis, 30 April 2026 | 01:58

Kompolnas dan Agenda Reformasi Aparat Sipil Bersenjata

Kamis, 30 April 2026 | 01:45

Polemik Dugaan Suap Pendirian SPPG di Sulbar Dilaporkan ke Polisi

Kamis, 30 April 2026 | 01:18

HNW: Bila Anggota OKI Bersatu bisa Kendalikan Urat Nadi Perdagangan Dunia

Kamis, 30 April 2026 | 00:55

Menhan: Prajurit jadi Motor Pembangunan Selain Jaga Kedaulatan

Kamis, 30 April 2026 | 00:37

Satgas OJK Blokir 951 Pinjol Ilegal Ungkap Deretan Modus Penipuan Keuangan

Kamis, 30 April 2026 | 00:19

Investasi Bodong dan Bias Sistem Keuangan

Rabu, 29 April 2026 | 23:50

Pelaporan SPT 2025 Masih di Bawah Target Jelang Deadline

Rabu, 29 April 2026 | 23:36

Komunikasi Publik Menteri PPPA Absurd dan Tidak Selesaikan Persoalan!

Rabu, 29 April 2026 | 23:09

Pemanfaatan Listrik Harus Maksimal Dongkrak Kemandirian Desa

Rabu, 29 April 2026 | 22:43

Selengkapnya