Berita

Perbatasan Ukraina/Net

Dunia

Penumpukan Pasukan Rusia di Perbatasan Ukraina Telah Dibantah Sendiri oleh Kiev

SENIN, 08 NOVEMBER 2021 | 13:05 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kabar bahwa ada penumpukan pasukan Rusia yang di perbatasan Ukraina akhirnya dibantah oleh sekretaris pers kepresidenan Ukraina, Sergei Nikoforov.

Nikoforov dalam pernyataannya pada Minggu (7/11) mengatakan bahwa Kantor Presiden Ukraina tidak memiliki data tentang adanya penumpukan pasukan Rusia di perbatasan negara itu seperti yang sejauh ini digembar-gemborkan dan menyita perhatian kedua belah pihak.

Kabar bahwa Rusia mengirimkan pasukannya di perbatasan Ukraina sehingga menimbulkan kekhawatiran timbulnya gesekan, pertama kali dilaporkan oleh Washington Post.


"Ini adalah pertanyaan terbuka, mengapa media massa Amerika menyebarkan informasi seperti itu, apakah itu benar atau tidak. Tapi kantor kepresidenan sekarang tidak memiliki informasi itu dan tidak ada konfirmasi," katanya kepada saluran televisi Dom, seperti dikutip dari News Glory, Senin (8/11).

Berdasarkan laporan media itu, Menteri Pertahanan Ukraina telah menyatakan keprihatinannya walau ia tidak menyebut bahwa situasi di perbatasan harus diwaspadai.

Pekan lalu, The Washington Post melaporkan bahwa pejabat AS dan Eropa telah menyatakan keprihatinan atas dugaan pengerahan pasukan Rusia ke perbatasan dengan Ukraina. Menurut surat kabar itu, negara-negara Barat telah mengamati perkembangan ini dalam beberapa pekan terakhir, setelah latihan bersama Rusia dan Belarusia Zapad-221 pada pertengahan September.

Negara-negara Barat berulang kali menyatakan keprihatinan atas pernyataan pejabat militer Ukraina tentang penumpukan militer Rusia di sepanjang perbatasan. Padahal, menurut sekretaris pers kepresidenan Rusia Dmitry Peskov, negara-negara lain tidak perlu khawatir atas pergerakan pasukan Rusia di dalam negeri, karena pergerakan seperti itu tidak menimbulkan ancaman bagi negara mana pun, terutama bagi tetangganya, Ukraina.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova sejak awal telah membantah kabar itu. Klaim bahwa Rusia mengumpulkan pasukan di perbatasan Ukraina, adalah palsu.

"Seolah-olah Rusia memindahkan semua pasukannya untuk siap bertempur di perbatasan Ukraina, itu adalah berita palsu, benar-benar palsu!" katanya. 

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Roy Suryo: Gibran Copy Paste Jokowi Bahkan Lebih Parah

Kamis, 30 April 2026 | 01:58

Kompolnas dan Agenda Reformasi Aparat Sipil Bersenjata

Kamis, 30 April 2026 | 01:45

Polemik Dugaan Suap Pendirian SPPG di Sulbar Dilaporkan ke Polisi

Kamis, 30 April 2026 | 01:18

HNW: Bila Anggota OKI Bersatu bisa Kendalikan Urat Nadi Perdagangan Dunia

Kamis, 30 April 2026 | 00:55

Menhan: Prajurit jadi Motor Pembangunan Selain Jaga Kedaulatan

Kamis, 30 April 2026 | 00:37

Satgas OJK Blokir 951 Pinjol Ilegal Ungkap Deretan Modus Penipuan Keuangan

Kamis, 30 April 2026 | 00:19

Investasi Bodong dan Bias Sistem Keuangan

Rabu, 29 April 2026 | 23:50

Pelaporan SPT 2025 Masih di Bawah Target Jelang Deadline

Rabu, 29 April 2026 | 23:36

Komunikasi Publik Menteri PPPA Absurd dan Tidak Selesaikan Persoalan!

Rabu, 29 April 2026 | 23:09

Pemanfaatan Listrik Harus Maksimal Dongkrak Kemandirian Desa

Rabu, 29 April 2026 | 22:43

Selengkapnya