Berita

Calon tunggal Panglima TNI, Jenderal Andika Perkasa/Net

Politik

Jabat Panglima TNI, Andika Perkasa Harus Kembalikan Reputasi Militer Bukan Kekuasaan Pemerintah

MINGGU, 07 NOVEMBER 2021 | 17:51 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Dalam waktu dekat Jenderal Andika Perkasa akan resmi menyandang status Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI). Selama menjalani uji kelayakan dan kepatutan, prosesnya berjalan dengan efektif.

Muncul harapan besar pada Andika Perkasa meski nantinya hanya menjabat sekitar 13 bulan. Dalam waktu jabatan yang singkat itu, Andika diharapkan mampu mengembalikan reputasi militer sebagai alat kekuasaan negara.

Pengamat politik Dedi Kurnia Syah berpendapat, TNI merupakan alat negara bukan milik pemerintah.


Ia pun menyarankan, setelah resmi dilantik, Pria yang saat ini menjabat Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) itu langsung mengeluarkan perintah agar seluruh pimpinan militer di seluruh matra dan tingkatan tidak terbawa arus politis.

"Segera mengembalikan reputasi militer sebagai alat kekuasaan negara, bukan kekuasaan pemerintah. Salah satunya memgeluarkan perintah agar seluruh pimpinan militer di semua matra dan tingkatan, untuk tidak terbawa arus politik dan nuansa politis," demikian pendapat Direktur Eksekutif Indonsia Political Opinion (IPO) kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu sore (7/11).

Dalam catatan Dedi, selama Marsekal Hadi Tjahjanto menjadi Panglima kerap muncul kegaduhan yang diakibatkan tindakan petinggi militer. Ia mencontohkan saat Pangdam Jaya, Mayjen Dudung Abdurachman yang menginstruksikan anak buahnya mencopot baliho pentolan FPI Habib Rizieq Shihab.

"Sepanjang kepemimpinan Jenderal Hadi cukup banyak militer membuat kegaduhan yang bernuansa politik, ini harus diakhiri," demikian kata Dedi.

Jenderal Andika selangkah lagi akan resmi menjadi Panglima TNI. Minggu (7/11), sebelum DPR mengirimkan surat persetujuan, para wakil rakyat mendatangi kediaman mantan Danpaspampres.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

UPDATE

Kalah di PN Jakpus, Penggugat PPP Subadri-Toni Dihukum Bayar Biaya Perkara

Senin, 03 Agustus 2026 | 22:10

Prabowo Terima Medali Kehormatan dari Angkatan Bersenjata Tailan

Senin, 03 Agustus 2026 | 21:34

Buru Aset TPPU Febrie Adriansyah, Tim 9 Geledah Kantor Don Ritto hingga Rumah Nurman Herin

Senin, 03 Agustus 2026 | 21:30

Prabowo dan PM Tailan Bidik Nilai Perdagangan Rp359 Triliun dalam Lima Tahun

Senin, 03 Agustus 2026 | 21:20

Ini Enam Perkara yang Dihentikan KPK

Senin, 03 Agustus 2026 | 21:10

Petingginya Diperiksa Kejati DKI, Peran AFPI Disorot

Senin, 03 Agustus 2026 | 20:52

Indonesia-Tailan Sepakat Kembangkan TRM untuk Perangi Kejahatan Transnasional

Senin, 03 Agustus 2026 | 20:49

Bawaslu Fokus Tingkatkan SDM Hadapi Tantangan Digital

Senin, 03 Agustus 2026 | 20:38

Prabowo Kenang Masa Muda Bersama Raja Tailan Saat Sambut PM Anutin

Senin, 03 Agustus 2026 | 20:30

Prabowo Dukung PPHN Jadi Pedoman Lintas Pemerintahan

Senin, 03 Agustus 2026 | 20:16

Selengkapnya