Berita

Pemberontak pro-TPLF di Mekelle, ibu kota wilayah Tigray, Ethiopia/Net

Dunia

Sembilan Kelompok Oposisi Bersatu Melawan Pemerintah Ethiopia, Dewan PBB Pasang Alarm Lebih Keras

SABTU, 06 NOVEMBER 2021 | 15:59 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Perang saudara di Ethiopia diperkirakan akan semakin memburuk setelah sembilan kelompok oposisi mengumumkan aliansi dan rencana untuk menjatuhkan pemerintah di Addis Ababa. Dewan Keamanan PBB menyatakan kekhawatirannya dan menyerukan  “dialog nasional” untuk menarik Ethiopia dari ambang konflik berkepanjangan.

“Perluasan dan intensifikasi bentrokan militer di Ethiopia utara benar-benar menyulut keprihatinan kami," kata PBB dalam pernyataannya.

Pada anggota menyerukan gencatan senjata, pembicaraan damai, dan diakhirinya penggunaan pidato kebencian yang menghasut, dan mendorong bantuan lebih banyak untuk menjangkau jutaan orang Etiopia yang mengalami kekurangan pangan.


Badan yang beranggotakan 15 negara itu merilis pernyataan pertamanya tentang Ethiopia beberapa jam setelah aliansi faksi-faksi oposisi Ethiopia yang baru dibentuk mengumumkan rencana di Washington untuk menjatuhkan Perdana Menteri Abiy Ahmed dan membentuk pemerintahan transisi.

Apa yang disebut Front Persatuan Pasukan Federalis dan Konfederasi Ethiopia memperluas kesepakatan yang ada antara Front Pembebasan Rakyat Tigray utara (TPLF), yang telah memerangi pasukan federal selama setahun, dan Tentara Pembebasan Oromo (OLA).

Mahamud Ugas Muhumed, dari Perlawanan Negara Somalia, dan anggota aliansi baru lainnya, menjelaskan rencana komando pusat untuk mengoordinasikan upaya militer dan politik antara sembilan kelompok, yang semuanya memiliki sayap bersenjata.

“Langkah selanjutnya adalah mengatur diri kita sendiri dan benar-benar membongkar pemerintah yang ada, baik dengan paksa atau dengan negosiasi, lalu memasukkan pemerintahan transisi,” kata Muhumed pada acara di Washington, seperti dikutip dari AFP.

Aliansi itu diumumkan meskipun ada seruan dari para pemimpin Afrika dan Barat untuk gencatan senjata nasional, ketika pasukan federal memerangi Front Pembebasan Rakyat Tigray (TPLF) yang berbasis di utara dan sekutunya.

Dengan pemberontak mengancam akan pindah ke ibu kota Addis Ababa, tentara Ethiopia pada hari Jumat meminta mantan personel untuk bergabung kembali dengan militer untuk memerangi mereka, kata media pemerintah.

Perang, yang telah menewaskan ribuan orang dan memaksa lebih dari dua juta orang meninggalkan rumah mereka, telah meningkat dalam beberapa pekan terakhir.

Negara-negara Afrika dan juga negara-negara Barat menyerukan gencatan senjata segera di Ethiopia.

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken, pada Kamis menyerukan agar perang itu segera diakhiri.

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

4 Lapis Kegagalan PSSI dan Otoritas Liga

Jumat, 19 Juni 2026 | 02:18

Air Zamzam Jemaah Haji akan Didistribusikan di Tanah Air

Jumat, 19 Juni 2026 | 02:00

Gibran Prioritaskan Program MBG di Wilayah 3T

Jumat, 19 Juni 2026 | 01:21

Ceko Kontra Afsel Berbagi Skor 1-1

Jumat, 19 Juni 2026 | 01:19

Wamendes Dorong Intelektual Muda Mendukung Pembangunan Desa

Jumat, 19 Juni 2026 | 01:00

MBG Bermanfaat untuk Masa Depan Anak-anak

Jumat, 19 Juni 2026 | 00:26

Bomba Sayang Bumi Bagikan Bibit Tanaman di Muara Enim

Jumat, 19 Juni 2026 | 00:11

Rupiah Tak Bisa Kuat hanya dengan Kebijakan Moneter

Jumat, 19 Juni 2026 | 00:00

Warga Papua Surati Presiden Prabowo Minta Atensi Kasus Lahan Rp50 Miliar

Kamis, 18 Juni 2026 | 23:51

Kinerja Mendag Budi Santoso Harus Dievaluasi Demi Akselerasi Ekonomi

Kamis, 18 Juni 2026 | 23:37

Selengkapnya